alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

MATARAM–Bisnis money changer atau penukaran uang kesusahan untuk bangkit. Hal ini diakibatkan perjalanan antarnegara yang masih dibatasi selama pandemi.

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saat ini penukaran didominasi TKI dan pebisnis. Mereka umumnya menukarkan mata uang asing yang disimpannya ke rupiah. Adapun mata uang yang paling banyak ditukarkan yakni Ringgit Malaysia, Riyal Arab Saudi, dan US Dollar. Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) NTB ini mengatakan, rata-rata transaksi sulit menyentuh angka Rp 20.000.000. Transaksi ini turun drastis dari normalnya yang bisa menembus Rp 250.000.000 setiap hari. ”Rata-rata kunjungan juga hanya lima orang perhari,” katanya.

Menurutnya, dampak korona lebih parah dari gempa, ancaman bom bali, dan cobaan lain yang pernah menyambangi kawasan Lombok dan Bali.  Selama Korona, ia terpaksa harus merumahkan enam orang karyawan. ”Saya tidak beralih ke jenis usaha yang lain. Hanya wait and see di sektor ini hingga keadaan membaik,” ujarnya.

Disinggung soal kejuaraan MotoGP di KEK Mandalika 2021 mendatang, pihaknya tak ingin berharap banyak. Apalagi jika Indonesia masih berstatus zona merah Covid-19. Hal ini tentu akan mempengaruhi minat kunjungan dan kepercayaan wisatawan. Meski begitu ia mengapresiasi optimisme sejumlah pihak dengan kehadiran MotoGP.

Karenanya kata dia, perlu ada kerja sama pihak masyarakat menghadirkan rasa aman dengan mengurangi penyebarannya. ”Karena sesiap apa pun teknis dan megahnya, kalau kepercayaan wisatawan masih minim, akan susah,” imbuhnya.

Menurut Haskona Yuliawati, wanita asal Labuapi, Lombok Barat, keberadaan money changer memang selalu dicari para TKI seperti dirinya. ”Biasanya kita menukarkan uangnya sejak kembali ke Lombok,” ujarnya.

Keterbatasan ekonomi dan belum dibukanya kembali pengiriman TKI ke negeri perantauan, membuat pihaknya memilih mencairkan uang tabungan. ”Nanti, jika pengiriman sudah buka lagi, baru kita nabung lagi,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks