alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Produksi Meningkat, Perajin Perak Terima Bantuan Hibah Mesin Giling

Dorong Pengembangan Produk Unggulan Daerah NTB

PRAYA– Ketua Tim  Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Adi Sayoga secara simbolis telah menyerahkan bantuan mesin giling perak kepada JEN’ s  Creative Silver  Pak Jaelani, pada Hari Senen  (14/9) lalu. Yang berlokasi di Dusun Ampan Lolat Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. 

Mewakili Ketua Tim Mitra PPPUD Joniarta menuturkan, penyerahan bantuan mesin giling atas kerja sama Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram serta dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional .  Memilih lokasi di Desa Ungga, lantaran lokasi tersebut merupakan sentra kerajinan perak terkenal di wilayah Lombok Tengah, NTB. 

Pelatihan Pembukuan dan Pebuatan Laporan Keuangan di hadiri oleh anggota tim PPPUD Pak Jaelani sebagai pemilik JEN’ s Creative Silver sambil menyimak penjelasan dari Ahli Manajemen Usaha Kecil Bu Surasni , mengenai pentingnya catatan pembukuan usaha dan pembuatan laporan keuangan, nantinya bisa digunakan sebagai pelengkap untuk pembuatan prososal PKBL ke BUMN/ BUMD/BANK. Pelatihan berlangsung selama 2 hari Selasa, Rabu (14,15) / 9 dan dilanjutkan dengan pendampingan. Lokasi JEN’ s Creative Silver Dusun Ampan Lolat Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah,

” Beragam yang dihasilkan, mulai dari asesoris bros, cincin, giwang/suweng, tusuk konde, liontin, gelang, dan bros-liontin,” papar Joniarta, Selasa (20/10).

Ia menuturkan, bahan utama produk perhiasan tersebut adalah perak. Yang dicetak, diukir kemudian dikombinasikan dengan kulit kerang, mutiara dan batu permata. 

Bantuan, sambungnya, tidak hanya diberikan dalam bentuk mesin atau alat. Melainkan ilmu manajemen. Berupa pelatihan pembukuan dan penataan manajemen keuangan. Yang berguna untuk mengetahui kondisi usaha laba rugi.

” Termasuk syarat pengajuan kredit keperbankan, disini kami sediakan modul,” terangnya.

Diharapkan, dengan pemberian bantuan serta pelatihan dapat meningkatkan efisiensi  dan efektivitas waktu dan biaya bagi perajin perak. Produk yang dihasilkan melimpah atau mengalami kenaikan. Mengingat kondisi pariwisata daerah mulai membaik.

“Maka perlu ditunjang dengan mesin-mesin produksi yang  baru,” imbuh Joniarta.

Pada kesempatan tersebut, Joniarta bersama tim mengucapkan rasa terima kasih kepada para pihak  yang telah mendukung program tersebut. Antara lain, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional  serta Perguruan Tinggi Universitas Mataram. Ini sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Program Pengabdian Masyarakat Nomor 061/SP2H/PPM/DRPM/2020 tanggal  27 Februari 2020.

Terpisah, pemilik JEN’ s Creative Silver Pak Jaelani mengatakan, ada sejumlah permasalahan produksi bidang manajemen dan social ekonomi  di tahun ini yang sudah selesai dan dalam pendampingan.

Dalam bidang produksi, pengadaan mesin penggilingan perak  menggunakan penggerak motor listrik 1 HP, transmisi gearbox ratio 1:20, serta penataan ruang kerja dengan pembuatan kanopi seluas 12 meter persegi.

Saat menggunakan mesin giling manual untuk menggiling 1 (satu) ons atau 100 gram perak membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Dengan adanya program PPPUD, mesin giling dengan penggerak motor listrik dan gearbox memberikan hasil berPbeda. Untuk menggiling 1 ons atau 100 gram perak, kini memakan waktu 5 hingga 7 menit. Artinya, tingkat kecepatan kerja mencapai rata-rata 75 persen. 

“Bantuan mesin giling yang diterima sudah siap pakai. Serta teruji kinerjanya di kampus dengan hasil yang cukup bagus dan memuaskan,” katanya.

Sementara dampak ekonomi sosial, sambung Jaelani, sebelum mendapat bantuan mesin jumlah produksi 10 hingga 15 buah per hari. Karyawan merasa cepat lelah dalam bekerja karena harus menggiling sambil memutar mesin giling. Membuat hasil pekerjaan kurang halus, karena perputaran mesin yang tidak konstan. Ini berdampak pada omset UKM yang tidak mengalami peningkatan. 

Namun, setelah ada mesin baru mulai terjadi peningkatan sebanyak 20 hingga 25 buah per hari. Karyawan pun tidak cepat lelah dalam bekerja. Karena tidak perlu khawatir memutar mesin giling. Bekerja pun lebih nyaman, hasil pekerjaan lebih halus karena mesin berputar secara konstan.

“Mulai terjadi peningkatan omset 3 persen, meski belum besar karena kondisi saat ini masih pandemi Covid-19,” paparnya. 

Sementara dari sisi manajemen, diakui perajin perak masih kesulitan mengakses pinjaman kredit diperbankan. Namun, setelah diberikan pelatihan dan pendampingan mereka kini berhasil membuat laporan keuangan. (ewi/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks