alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

FKRHM Gelar Kuliah Umum Hulu Migas

MATARAM-Forum Kajian Revolusi Hulu Migas (FKRHM) menggelar kuliah umum di Mataram. Kegiatan ini bertemakan peran aktivitas tata kelola hulu migas nasional untuk kemakmuran rakyat.

”Ini bertujuan untuk memberikan pengenalan secara komprehensif kepada generasi muda di Kota Mataram,” kata Koordinator Nasional FKRHM Muhammad Ikhsan pada Lombok Post, Sabtu (23/2).

Ia menjelaskan, kuliah umum merupakan bagian dari sosialisasi terhadap para akademisi. Ingin memberikan informasi tentang industri hulu migas. Pihaknya melakukan sosialisasi ke semua lapisan, tidak hanya mahasiswa. Tetapi hingga masyarakat paling bawah untuk mengenal kegiatan industri hulu migas.

”Tapi kebanyakan kami gelar menyasar ke mahasiswa. Karena mahasiswa bisa menjadi agen penyambung informasi ke masyarakat,” jelasnya.

Sehingga mahasiswa bisa paham betul apa itu Migas. Termasuk mengetahui bagaimana tata kelola Migas dari hulu. ”Mahasiswa itu harus paham terkait dengan pengelolaan migas tersebut,” jelasnya.

Ini juga untuk menepis tudingan migas dikuasai asing. Karena sekarang banyak beredar informasi di panasnya suhu politik yang melempar isu soal migas. ”Migas dikuasai oleh asing itu tidaklah benar,” tuturnya.

Menurutnya Migas Indonesia itu tetap berdikari atau berdiri di bawah kaki sendiri. Karena Indonesia sebagai pemilik lahannya. Indonesialah yang mempekerjakan asing itu untuk menggarap lahan.

”Jadi tetap kita sebagai pemilik lahan yang memiliki kedaulatan yang nanti keuntungannya pun akan dibagi secara keuntungan lebih besar untuk negara kita. Porsi bagi hasil keuntungan itu 85 persen ke APBN RI dan 15 persen ke asing,” tambahnya.

Sosialisasi ini tentang edukasi hulu Migas yang harus terus digalakkan untuk kedepan. Biar nantinya mahasiswa tidak terprovokasi oleh isu-isu yang sifatnya kurang baik seperti ini. ”Harapannya mahasiswa ini sebagai agent of chance generasi muda yang memang masih punya semangat itu bisa menyampaikan dan menjadi perpanjangan tangan kita,” imbuhnya. (nur)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks