alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Catat Nih, Pesan Chef William Wongso untuk Pengusaha Kuliner Lombok!

GIRI MENANG-Sebagai salah satu upaya menggairahkan pariwisata Lombok, Hotel Sheraton Senggigi menggelar berbagai event menarik. Salah satunya dengan mendatangkan Cheff ternama William Wongso belum lama ini.

Ia datang menggelar cooking clinic bagi sejumlah pelaku usaha restoran, travel agent dan media massa. Chef William Wongso membeberkan beberapa rahasia agar masakan tradisional yang ada di Lombok bisa diterima oleh wisatawan mancanegara. “Kuncinya adalah kebersihan, higienis dan sanitasi,” jelasnya.

Bagi masyarakat lokal, kelezatan makanan mungkin menjadi nomor satu. Lokasi tempat makan, kualitas kebersihan dan higienitas menjadi nomor dua. Namun ia menegaskan bagi wisatawan asing, kebersihan dan sanitasi menjadi nomor satu. Baru diikuti oleh rasa kelezatan makanan.

“Banyak wisatawan asing yang saat ini sudah mulai menerima rasa pedas khas Lombok. Tapi harus tetap diperhatikan kebersihan, higienitas dan sanitasinya,” sarannya.

Di era tahun 80-an, wisatawan asing khususnya Eropa menurutnya bisa jadi kurang familiar dengan makanan pedas. Namun seiring waktu, ada pergeseran kebiasaan selera rasa wisatawan mancanegara. Mereka mulai menerima bahkan menikmati makanan pedas. Khususnya yang ada di Lombok. “Tinggal disesuaikan,” cetusnya.

Ia mengakui, Lombok memiliki potensi besar untuk menjadi daerah wisata yang maju. Keindahan alam dan cita rasa kuliner yang ada di Lombok cukup beragam. Mulai dari ayam taliwang dan aneka menu lainnya.

Namun untuk menyiapkan diri menjadi daerah wisata yang maju, menurutnya tidak cukup hanya dengan itu. Dibutuhkan juga sumber daya manusia atau masyarakat yang sadar dan siap dengan pariwisata itu sendiri. Termasuk pelaku usaha kuliner.

“Kalau mau dikunjungi wisatawan asing, higienitas harus diperhatikan. Sebagai satu contoh, di Prancis ketika ada penilaian, bukan makanannya yang dicek terlebih dulu, tapi toiletnya,” bebernya.

Ini menjadi contoh bagaimana wisatawan asing begitu konsen terhadap kebersihan rumah makan atau restoran.

Tak hanya bagi pengusaha restoran, wisatawan asing juga dikatakannya saat ini mulai menyukai kuliner di warung emperan yang khas. Wisatawan asing tak ragu masuk rumah makan lokal dengan menu spesial daerah itu sendiri. Sehingga jika mau dikunjungi, wajib hukumnya pedagang atau penjual makanan menyiapkam tempat yang bersih dan higienis. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks