alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Sensasi Ayam Geprek Multirasa, Dibalut Enam Sambal Berbeda

Beda sambal beda rasa. Jagoan Ayam Geprek hadir manjakan lidah para penikmat kuliner Kota Mataram.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

USAHA kuliner di Kota Mataram semakin beragam. Berbagai olahan makanan tersaji dan mampu memanjakan lidah pencinta kuliner.

Salah satu yang paling ngetrend belakangan ini adalah Ayam Geprek. “Yang jelas, berbeda dari yang lain,” kata pemilik warung Jagoan Ayam Geprek Dedi Iskandar Putra.

Yang membedakan, kata Dedi, varian sambal yang digunakan. “Varian rasa sambalnya ada enam,” tuturnya.

Enam sambal itu antara lain, sambal original, bawang, hitam, kacang, terasi, dan sambal for kids. “Kalau sambal for kids ini untuk anak-anak,” ujar Dedi tersenyum.

Ia melihat sebagian besar pengunjung atau yang memesan via telepon memilih sambal original. Hal ini kata dia, sesuai karakter masyarakat Lombok yang suka masakan pedas.

Usaha ayam geprek Dedi, launching akhir Desember 2019 lalu. Ia awalnya menyewa sebuah toko di Jalan Bung Hatta. “Sebelum menjual ayam geprek, dulu saya menjual  es dan roti bakar. Es yang saya buat kadang saya titip jual di sekolah-sekolah,” kenang pria asli Kabupaten Lombok Utara itu.

Selama tiga bulan berjualan ayam geprek, Dedi mengaku sudah meraup keuntungan. Dari yang biasanya mengambil ayam ke distributor hanya Rp 8 kilogram, kini menjadi 12 kilogram per hari. “Kalau ada acara, kadang banyak pesenan,” tutur Dedi.

Untuk harga, ia samakan dengan harga ayam geprek lainnya. Hanya saja, ia memiliki paket spesial. Setiap Sabtu dan Minggu ia membuka paket weekend yang hanya bayar Rp 15 ribu, pelanggan sudah dapat nasi, ayam, dan es teh. “Kalau hari biasa kita jual Rp 14 ribu tanpa es teh,” ucapnya.

Ia merasakan bisnis yang digelutinya cukup ramai. Pesanan yang datang secara online diakui membuat usahanya makin berkembang. “Yang buat ramai, memang pesanan online,” ujar bapak dua anak ini.(*/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks