alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Rupiah Terus Melemah Mendekati Angka Krisis 1998

JAKARTA–Kepanikkan publik terhadap wabah Covid-19 membuat perekonomian Indonesia terpukul. Nilai tukar rupiah terpuruk. Indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ambles dan finis di zona merah.

Kemarin (23/3), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menembus Rp 16.625 per USD pukul 18.40. Angka tersebut hampir menyamai saat krisis 1998 di level Rp 16.650. Namun, perlahan tapi pasti, rupiah menguat kembali. Tadi malam, kurs terpantau Rp 16.575 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) memperluas ketentuan penggunaan rekening rupiah dalam negeri (vostro) bagi investor asing. Baik dalam bentuk tabungan, giro, maupun deposito. Ketentuan tersebut digunakan sebagai underlying dalam transaksi Domestic Non-deliverable Forward  (DNDF).

Dengan demikian, kebijakan tersebut mampu menahan laju permintaan terhadap USD. ”Juga alternatif untuk melindungi nilai atas kepemilikan rupiah di Indonesia,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo. Selain itu, juga memberikan fleksibilitas bagi investor asing. Tentu, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Perry berharap, penyempurnaan ketentuan tersebut memperkuat bauran kebijakan dalam upaya mitigasi risiko penyebaran Covid-19. Dia memastikan, BI akan terus menjaga stabilitas pasar uang dan   sistem keuangan, serta mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, IHSG ditutup negatif, di bawah 4.000, kemarin sore. IHSG terkoreksi 205,43 poin atau 4,9 persen ke level 3.989,52. Sedangkan, LQ45 turun 41 poin (6,6 persen) di posisi 583. Hal tersebut dipengaruhi melemahnya saham AS Dow Jones yang ditutup melemah 4,55 persen ke level 19.173,98.

Analis pasar modal Hans Kwee mengatakan, saat ini seluruh investor memilih safe haven di tengah pandemi Covid-19. Mereka melepas asetnya ke uang tunai dalam bentuk USD. Hal tersebut yang membuat seluruh mata uang negara di dunia melemah terhadap USD. Jadi, bukan hanya terjadi di Indonesia saja.

Menurut Hans, banyak investor global menilai pemerintah Indonesia bertindak lambat menangani Covid-19. Kebijakan work from home tidak efektif. Malah semakin membuat ketidakpastian ekonomi di tanah air. Tak ayal, banyak investor global mencabut modal dan aset mereka.

”Kita melihat masyarakat bawah masih santai saja. Anggapan mereka tidak kerja, ya tidak makan. Dengan begitu, tidak dipungkuri jika penyebaran Covid-19 masih akan terus terjadi,” ucap pria yang juga Direktur Anugerah Mega Investama itu.

Hans menilai, pemerintah Indonesia harus bertindak tegas. Melakukan lockdown per wilayah. Mengorbankan aktivitas ekonomi tidak berjalan setidaknya selama dua minggu. Selama itu pula kebutuhan masyarakat sepenuhnya ditanggung. Dengan harapan, pemerintah lebih fokus memutus rantai penyebaran virus asal Wuhan tersebut.

”Memang keputusan yang berat. Pemerintah tidak hanya memikirkan kesehatan, juga ekonomi dan sosial. Tapi harus harus dikorbankan demi virusnya tertanggulangi. Jujur saya mulai gerogi rupiah melemah mendekati Rp 17 ribu,” ujar Hans.

Dia juga menilai, sekuat apapun BI melakukan intervensi akan sia-sia. Karena tidak ada yang bisa menghalangi siapapun investor untuk keluar dari pasar Indonesia. ”Pemerintah harus berpikir, jika pasar menginginkan lockdown, kira-kira bisa atau tidak. Berapa biaya yang harus ditanggung, bagaimana logistiknya,” bebernya. Hans mengingatkan, jangan sampai Indonesia seperti Italia yang seluruh negara lockdown. (han/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks