alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Alhamdulilah, Narmada Surplus Produksi Gabah Hingga 6.000 Ton

GIRI MENANG-Kabar gembira datang datang dari Kecamatan Narmada. Wilayah yang sudah menjadi zona merah wabah korona ini mendapat berkah dari hasil pertanian. Panen padi atau gabah di Kecamatan Narmada tahun ini melimpah di tengah pandemi korona.

“Tahun ini Kecamatan Narmada menghasilkan surplus 6.000 ton beras per tahun,” jelas Plt Camat Narmada Muhammad Busyairi kepada Lombok Post usai panen raya di Desa Tanak Beak terkait program Ketahanan Pangan Kodim 1606 Lobar, Rabu 22/4).

Panen raya dihadiri Mayor Inf R Suwondo, Forkopimcam, UPTD Pertanian Narmada, Gapoktan dan pemerintah desa setempat. Busyairi menegaskan, panen raya tahun ini memastikan ketersediaan dan ketahanan pangan terjamin dalam menghadapi situasi wabah Korona.

“Kebutuhan pokok beras atau pangan masyarakat aman seandainya kemungkinan terburuk terjadi,” ucapnya.

Namun demikian, pihak Kecamatan Narmada berharap wabah Korona segera berlalu. Agar sektor ekonomi, pertanian, hingga pariwisata bisa menggeliat kembali.

Sementara Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Narmada Ketut Wetrana membenarkan jika hasil panen gabah di Narmada tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Memang surplus. Untuk data lengkapnya, kami akan siapkan besok,” ucap Wetrana.

Melimpahnya hasil pertanian di Narmada menurutnya karena para petani sudah lebih paham teknologi pertanian. Mereka bisa menerapkannya dengan baik. Ditambah ketersediaan air juga mencukupi. “Jadi Narmada ini adalah kawasan yang memiliki lahan pertanian P3. Masyarakat bisa menanam padi, padi, dan padi dalam satu musim tanam,” jelasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks