alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Liburan ke Kota Tua Ampenan, Sudah Coba Serabi Papuq Senah?

Papuq Senah sudah lama tiada. Meski begitu, ia meninggalkan satu warisan yang berharga. Yakni, resep serabi. Lapak kecilnya di Kota Tua Ampenan sudah melegenda. Yang kisahnya sekarang ini dilanjutkan Watik, cucu pertama dari Papuq Senah.

 

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, MATARAM

 

Setelah Papuq Senah meninggal, Watik secara otomatis menggantikan posisinya. Melanjutkan usaha berjualan serabi. Tak ada kesulitan bagi Watik setelah mendapat warisan usaha serabi. Apalagi sehari-hari dia tinggal bersama Papuq Senah.

Lapak serabi ini berada di Jalan Pabean, Kota Tua Ampenan. Hanya ada meja kecil, satu tungku, dan satu payung untuk tempat bernaung dari panas. Di atas meja ditaruh dua nampan besi berisi serabi dan kelapa parut. Ditutup dengan daun pisang. Juga satu dandang untuk gula merah cair.

Kata Watik, setiap hari dia mulai berjualan sekitar pukul 06.00 Wita. Waktu jualannya lebih lambat dari Papuq Senah. ”Kalau mbah, itu ke luar habis subuh. Pas selesai Salat Subuh itu dah sudah mulai jualan,” tuturnya.

Watik berusaha keras untuk tetap menjaga kualitas serabi. Dia tak ingin mengecewakan para pelanggan. Yang sudah membeli serabi Papuq Senah selama puluhan tahun.

Untuk itu, wanita dua anak ini tak perlu bersusah payah. Dia hafal betul seperti apa campuran untuk cikal bakal serabi. Resepnya diberitahu Papuq Senah. Juga diajarkan kala Papuq Senah masih hidup.

”Bukan cuma bantu jualan. Dulu ikut juga bikin bahan. Jadi sudah hafal. Sudah terbiasa,” jelas Watik.

Sebagai cucu pertama dari Papuq Senah, Watik tidak sekadar melanjutkan usaha jualan serabi. Ada nilai sentimental di dalamnya. Apa yang dilakukannya sekarang ini untuk merawat sejarah.

Dari Papuq Senah, Watik dan adiknya bisa menjadi sarjana. Watik menjadi alumni Unram. Sementara adiknya lulusan Universitas Muhammadiyah Mataram. Seluruh biaya pendidikan keduanya, dibayarkan Papuq Senah dari hasil berjualan serabi.

”Semua dibiayai Mbah. Dari hasil jualan (serabi) ini,” katanya lirih.

Sejarah itu yang membuat Watik tak bisa lepas dari usaha serabi. Meski setelah lulus sarjana, dia sempat mengajar. Namun, panggilan hatinya memilih untuk melanjutkan usaha Papuq Senah.

”Insya Allah tetap jualan serabi ini,” ucap Watik mantap.

Tak lama berbincang, satu pembeli datang ke lapak serabinya. Watik langsung melayani. Adonan berwarna putih dituangkan Watik ke cetakan. Di bawahnya terdapat sebuah tungku berisi arang dan abu sisa pembakaran kayu. Tangan Watik dengan cekatan mengisi satu per satu cetakan berbentuk lingkaran.

Setelah semua terisi, cetakan kemudian ditutup menggunakan wadah. Terbuat dari gerabah. Cetakan dan tungkunya pun dibuat dari bahan yang sama.

Proses pemanggangan berlangsung singkat. Hanya sekitar dua hingga tiga menit saja. Karena itu, Watik sesekali mengecek adonan. Mengangkat penutupnya. Memastikan adonan menjadi serabi yang sempurna. Tidak gosong.

Usaha serabi sudah dijalankan 47 tahun. Dua tahun lagi masuk setengah abad. Dari 1972. Ketika itu, kejayaan Kota Tua Ampenan berada di senjakala. Seiring dengan kepindahan pelabuhan dari Ampenan ke Lembar, Lombok Barat, sekitar tahun 1977. Tapi, Papuq Senah tetap bertahan. Hingga penghujung usianya.

Semasa Papuq Senah masih berjualan, Watik dengan setia membantu. Katanya, sedari kecil dia telah tinggal di rumah Papuq Senah. Rumahnya tepat berada di belakang lapak serabi. Di Lingkungan Telagamas, Kelurahan Bintaro.

”Pas masih sekolah, saya bantu di akhir pekan. Kalau kuliah, misalnya masuk siang, bisa bantu dari pagi,” tandas Watik.  (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks