alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

70 Persen Tenaga Kerja NTB Sektor Pariwisata Tak Bersertifikat

MATARAM-Sekitar 70 persen tenaga kerja NTB sektor pariwisata belum bersertifikat. Padahal kualitas SDM pekerja sektor pariwisata ini cukup baik. Ketiadaan sertifikat membuat tenaga lokal kerap kalah bersaing memperebutkan lowongan.

”Hal ini yang harus diatasi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, Kamis (23/6).

Memiliki kompetensi tak hanya soal memiliki keterampilan yang mampu diterapkan dalam dunia kerja. Etos yang baik juga sangat dibutuhkan. Hal itu dirangkum dalam sertifikat kompetensi profesi yang dikeluarkan LSP. Salah satu langkah nyata yang dilakukan pemerintah adalah mengadakan berbagai program pelatihan agar SDM daerah memiliki kompetensi, sesuai yang dibutuhkan dunia kerja.

”Sebab sangat penting mempersiapkan SDM yang kompeten dan produktif,” tuturnya.

Baca Juga :  Polemik Terbitnya Permenaker JHT, KSPI Minta Presiden Copot Menaker

Setelah kompetensi, aspek kedua yaitu kesempatan atau peluang kerja. Agar SDM terserap di dunia industri, kesempatan kerja harus disiapkan. Kesempatan kerja membutuhkan hadirnya investasi.

Karena itu, NTB mencanangkan program NTB ramah investasi. Jadi, kesempatan kerja terbuka jika ada investasi pengembangan usaha. Ini disebutnya merupakan hubungan kausalitas. Perusahaan akan maju kalau tersedia SDM yang kompeten.

”SDM yang kompeten akan bekerja jika tersedia kesempatan kerja,” imbuhnya.

Aspek ketiga yang harus disiapkan dalam dunia kerja adalah hubungan industrial, yaitu hubungan antara pekerja dan perusahaan. Dalam melaksanakan hubungan industrial, pemerintah mempunyai fungsi menetapkan kebijakan. Juga memberikan pelayanan, melaksanakan pengawasan, dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

”Karena itu, pemerintah meminta kepada perusahaan dan pekerja untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis,” ujarnya.

Baca Juga :  Atasi Pengangguran, Kesiapan Naker Dikebut

Salah seorang anggota Pokdarwis Pulau Moyo Safrudin mengatakan SDM pariwisata memang masih minim di tempatnya. Apalagi yang memiliki sertifikat dan memahami betul pengembangan pariwisata daerah.

”Butuh beberapa tahun untuk bisa mengajak warga mengembangkan potensi pariwisata yang ada di daerah,” ujarnya.

Yang dilakukan pihaknya, lima tahun belakangan ini terus menggandeng pemuda setempat. Bersama-sama mereka memanfaatkan potensi pariwisata yang ada di Pulau Moyo. Terutama dalam menyediakan akomodasi dan transportasi untuk menjelajahi obyek wisata yang ada di pulau ini.

”Awalnya pemuda setempat tidak memahami kalau potensi pariwisata bisa menambah pemasukan warga setempat. Sekarang SDM mulai paham,” kata dia. (nur/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/