alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Wisata Halal Harusnya Milik NTB

MATARAM-Industri wisata halal terus berkembang. Ini ditandai dengan hadirnya hotel-hotel syariah dan restoran halal di berbagai belahan dunia.

”Ekonomi syariah saat ini telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Heru Saptaji.

Perkembangannya didorong oleh beberapa faktor. Utamanya karena negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) mulai memfokuskan pengembangan pasar produk halal. Termasuk nilai-nilai etika Islam yang mendasari praktik bisnis, serta halal lifestyle mulai banyak diterapkan.

Peluang ini ditangkap banyak negara, bahkan negara yang tergolong minim penduduk muslimnya seperti Korea Selatan hingga Thailand.

”Negara ini berperan dalam pengembangan ekonomi syariah di dunia,” tuturnya.

Dalam konteks Indonesia, masih terdapat tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah. Seperti minimnya kesadaran masyarakat untuk melihat dan mempertimbangkan aspek halal dalam mengonsumsi sebuah produk. Hal itu jelas akan menghambat pengembangan pasar halal.

Baca Juga :  Jaring Wisatawan Nusantara, Asita NTB Siapkan Aneka Diskon

”Wisatawan yang datang ke daerah pasti menanyakan ketersediaan hotel syariah maupun makanan halal. Ini merupakan peluang yang bisa mulai dikembangkan NTB,” terangnya.

”Ketika peluang ini dapat kita tangkap dan kita respons dengan baik, maka disitulah kesempatan para tamu dan wisatawan akan memberikan spending yang banyak,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala BPS NTB Wahyudin memgatakan pengembangan sektor pariwisata akan berdampak pada banyak bidang lain. Tidak hanya akomodasi transportasi, ada juga makanan minuman, dan perdagangan. Bahkan sektor pertanian bisa terdongkrak untuk pemenuhan kebutuhan sayur mayur.

”Peluang ini akan mampu menggerakkan ekonomi dari bawah hingga atas,” jelasnya. (nur/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/