alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Waralaba Kios LeBui, Serap Produk UMKM Lokal di NTB

MATARAM–Bisnis franchise atau waralaba tak hanya milik pengusaha besar. Dalam skala lokal, bisnis waralaba dengan sejumlah modifikasi juga bisa dijalankan.

Contohnya, PT Lebui Bangun Persada melalui LeBui Corp mengenalkan Kios LeBui. Ini merupakan jaringan kios kecil yang khusus menjual aneka produk lokal petani dan UMKM NTB. Tujuannya, menggerakkan perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Kios ini sekilas terlihat sama seperti kios pada umumnya. Bedanya, kami khusus menjual produk-produk UMKM rumah tangga dengan harga terjangkau,” kata Parlin Prihatin Manager Operasional Kios LeBui, kepada Lombok Post, Kamis (23/7/2020).

Komoditas utamanya adalah sembako. Seperti beras, gula, dan telur hingga sabun cuci piring. Juga beberapa produk tambahan lainnya. Semuanya murni berasal dari produk UMKM NTB. Disediakan beragam ukuran kemasan agar bisa menyesuaikan daya beli masyarakat bawah.

”Misalnya beras dari UMKM, kami sediakan ukuran 5-10 kilogram dengan kualitas berbeda-beda. Begitupun dengan gula, tepung, dan lainnya,” katanya.

Kios ini tersedia dengan konsep kerjasama kemitraan dengan warga setempat. Karena dianggap lebih mengenal warganya sendiri. Juga lebih mudah berpromosi dengan mengajak pembeli datang ke kiosnya. Pihaknya pun sudah menyiapkan booth container sebagai sarana penjualan.

”Yang penting bisa dan punya pengalaman berjualan. Mereka akan mendapat gaji bulanan seperti karyawan pada umumnya,” jelasnya.

Resmi beroperasi sejak 10 Juli lalu, pihaknya telah memiliki 10 outlet di  enam kecamatan di Kota Mataram. Agustus nanti, akan dibuka 20 outlet lagi di Lombok Barat dan tambahan 10 outlet di Mataram. Sedangkan untuk Lombok Tengah dan Lombok Utara menyusul dengan masing-masing lima outlet. Dengannya diharapkan bisa makin memperluas pemasaran produk-produk UMKM.

”Harapan kami bisa menjangkau hingga seluruh kelurahan di Kota Mataram. Bahkan satu lingkungan bisa ada satu Kios LeBui di sana,” ujarnya.

Kehadiran Kios LeBui mendapat respons positif dari masyarakat. Dikatakan, dalam sehari saja bisa terjual 5-10 stok barang dari masing-masing outlet. Pihaknya juga membuka kesempatan lebar bagi pelaku UMKM yang ingin mulai memasarkan produknya melalui Kios LeBui. Produknya, tambah dia, disarankan menggunakan kemasan yang ekonomis. ”Bawa sampling produknya ke kantor Graf Monesindo Persada yang ada di kawasan Pagutan. Diutamakan menggunakan kemasan ekonomis supaya mudah dibeli siapapun,” jelasnya.

Menurut Nurhasanah, salah satu mitra Kios LeBui, kehadiran kios ini selain membuka pasar UMKM lokal, juga membantu masyarakat mendapat lapangan pekerjaan. Hal ini penting saat krisis yang sedang melanda akibat pandemi. Dikatakan, barang terjual bisa mencapai Rp 500.000 dalam sehari.

”Komoditas paling murah mulai dari air minum ukuran 650 ml seharga Rp 2000. Sedangkan yang paling mahal adalah beras super 10 kilogram seharga Rp 100.000,” jelasnya.

”Yang paling banyak terjual adalah beras, telur, dan sabun cuci piring lokal. Karena itu kebutuhan ibu rumah tangga sehari-hari,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks