alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Gelar Sosialisasi, Gaungkan Gempur Rokok Ilegal di Kabupaten Lombok Timur

Kerja Sama Biro Perekonomian Setda NTB dengan Dirjen Bea dan Cukai

SELONG-Biro Perekonomian Setda NTB bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar sosialisasi Perdagangan Cukai Rokok Ilegal di Aula Al-Bahra, Selong, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (24/3/2022). Kegiatan yang bertemakan “Pemberantasan Peredaran Cukai Rokok Illegal di Provinsi NTB ini dihadiri 60 peserta pedagang rokok.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB Hj Eva Dewiyani mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para pedagang rokok yang lebih berpotensi mendapat dan menjual rokok-rokok ilegal dari distributor. Khususnya wilayah Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensi untuk peredaran rokok ilegal bahkan didistribusikan hingga ke Pulau Sumbawa.

“Dengan diiming-imingi harga lebih murah jadi tergiur, padahal itu tidak boleh. Saat kita temukan ke pasar-pasar justru produksinya dari Lombok Timur dan menyebar ke Bima, Lombok Tengah dan lainnya,” katanya.

Menurutnya, salah satu cara preventif dalam mengurangi peredaran rokok atau tembakau cukai ilegal adalah melalui kegiatan sosialisasi atau penyuluhan. Tak kalah penting, sambungnya, sinergi antara pemerintah daerah dan bea cukai yang terus ditingkatkan agar DBH-CHT dapat dikelola dengan optimal. Sehingga peredaran rokok serta tembakau ilegal dapat menurun.

Baca Juga :  Barang Sitaan Bea Cukai Mataram Dibakar

“Selain langkah tegas berupa penyitaan, upaya lunak dilakukan melalu proses sosialisasi seperti ini,” tambahnya.

Adapun sosialisasi tatap muka, kata dia, ada dua cara yaitu dilakukan dengan dua arah seperti sosialisasi langsung, talkshow di radio dan TV, media daring, media seni maupun media olahraga, sosialisasi langsung turun pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Sementara untuk yang bersifat satu arah yakni, pemuatan reklame atau iklan pada media cetak, media elektronik, baliho.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Dirjen Bea dan Cukai Ady Cahyanto menyampaikan, salah satu kendala yang sering dihadapi bea dan cukai pada saat penindakan adalah kurangnya pemahaman di masyarakat soal peredaran rokok ilegal.

“Sosialisasi jadi satu hal penting untuk menjelaskan berbagai aturan dan ketentuan serta ciri-ciri rokok atau tembakau ilegal. Diharapkan dengan semakin paham, masyarakat membantu kami menginformasikan keberadaan rokok ilegal,” jelasnya.

Kepala Satpol PP Tri Budiprayitno menyampaikan, kepada para pedagang atau penjual agar tidak menerima tawaran dan menjual rokok ilegal. Mereka harus bisa memahami jenis rokok ilegal yang tidak boleh diperjualbelikan. Seperti rokok polos tanpa pita cukai atau rokok tanpa banderol.

Baca Juga :  Komisi XI Dalami Pengelolaan Keuangan NTB

“Untuk memberantas rokok ilegal, ibarat intel kita mengumpulkan informasi, turun ke lapangan terkait dugaan peredaran rokok dan tembakau ilegal, lakukan pemetaan bersama bea cukai untuk dilakukan operasi penegakan pemberantasan rokok ilegal,” bebernya.

Asisten II Setda Lotim Haris mengapresiasi dan menyambut baik sosialisasi, agar masyarakat memahami lebih jauh seperti apa rokok ilegal. Pemkab Lotim juga mendukung penegakan hukum di masyarakat terkait pemberantasan rokok ilegal. Karena jika ini dibiarkan terus-menerus akan berdampak pada dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) yang diterima kabupaten/kota.

Ini penting sebab penggunaan DBH-CHT sesuai dengan aturan yang ditetapkan dibagi 25 persen diperuntukkan bagi sektor kesehatan. Untuk penegakan hukum sebesar 25 persen, serta 50 persen bagi kesejahteraan masyarakat.

“Mulai dari peningkatan kualitas bahan baku, peningkatan produksi sosialisasi serta mendukung fasilitas lainnya bagi petani tembakau,” tutup Haris. (ewi/ADV)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/