alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Kawasan Industri Halal Harus Terintegrasi dengan Sektor Pariwisata

MATARAM-Provinsi NTB memiliki potensi yang cemerlang sebagai Halal Industri Park (HIP) yang berbasis Industri Kecil Menengah (IKM). Namun potensi tersebut dipandang kurang cukup, jika hanya mengandalkan pembangunan pusat produksi industri. Kawasan industri halal perlu diperkuat dengan cara diintegrasikan bersama sektor pariwisata.

“Jika hanya mengandalkan pembangunan industri saja, misalnya fokus pada industri barang dan jasa akan kurang mampu dalam memacu pertumbuhan ekonomi NTB. Oleh karena itu, perlu diintegrasikan dengan sektor pariwisata,” ungkap pengamat Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram Firmansyah, Senin (23/5/2022).

Mengingat industri halal di dunia bukanlah hal yang baru. Bahkan sekarang, negara non muslim pun berlomba-lomba dalam bersaing untuk menggaungkan industri wisata halal. Apalagi penyumbang ekonomi NTB juga didominasi oleh sektor pariwisata.

Baca Juga :  Menanti Operasional Maksimal Pabrik Pakan Ternak

“Ada strategi pengalihan bisnis destinasi wisata, yang selama ini bukan hanya pantai tetapi di kawasan ini (HIP) ada juga farming, ada danau buatan. Sehingga ada alternatif lain ketika orang berkunjung ke Mandalika, mereka bisa sehari menginap di kawasan industri yang ada konsep homestay, modern farm, urban farming-nya,” terangnya.

Diharapkan, dengan mereka yang berkunjung dan melihat aktivitas di kawasan industri wisata halal tersebut juga bisa tertarik untuk berinvestasi. Minimal bisa membelanjakan uangnya kepada produk dan jasa yang di tawarkan daerah itu. Meski pada sisi lain, produk-produk dari IKM tetap ditargetkan keluar daerah.

“Kita optimis perencanaan yang baik adalah perencanaan yang berjalan. Dimana target pelaku IKM ini bisa naik kelas baik secara skala kuantitas produknya bertambah. Berikut juga skala kualitas produknya meningkat,” ucap Firmansyah.

Baca Juga :  Libur Panjang Hadirkan Peluang bagi Pengusaha Pariwisata NTB

Terhadap sejumlah perencanaan pembangunan HIP oleh Pemprov NTB, ia sarankan pentingnya berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Misalnya, pembuatan laboratorium halal sebagai wadah untuk memastikan produk yang dihasilkan HIP berkualitas dan punya standar tinggi. Melalui perguruan tinggi ini akan merekayasa teknologi, sementara sisi pemerintah memfasilitasi perizinan hingga jangkauan pasarnya.

Apalagi jika HIP tersebut bisa diintegrasikan juga dengan institusi finansial, yakni perbankan. Tentu akan lebih mempermudah dalam penyaluran kredit kepada pelaku usaha IKM yang berada dalam satu kawasan dan satu manajemen.

“Inilah secara konsep kenapa negara maju sangat mendorong terbangunnya kawasan industri ini yang terintegrasi dengan berbagai sektor lainnya,” pungkasnya. (ewi/r10)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/