alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Bank BTPN Syariah : Pengajuan Plafond Pembiayaan Meningkat

MATARAM-Hampir seluruh perbankan terdampak pandemi, itu juga yang dirasakan BTPN Syariah.

”Nasabah pembiayaan mulai terdampak itu pada Mei 2020 lalu,” kata Corporate and Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin pada media, Jumat (24/6).

Pada mulanya diprediksi dampak pandemi akan besar. Namun kondisinya justru diluar perkiraan.

”Beberapa nasabah melakukan pengajuan peningkatan plafond pembiayaan selama pandemi,” terangnya.

Ia pun menerangkan, pembiayaan prasejahtera produktif yang diberikan BTPN Syariah diberikan berkelompok yang disebut Tepat Pembiayaan Syariah. Ini adalah pembiayaan tanpa jaminan, untuk modal usaha bagi masyarakat prasejatera produktif khususnya perempuan. Pembiayaan berkelompok ini memiliki tujuan untuk membangun empat karakter pada diri nasabah. Yaitu berani berusaha, disiplin, kerja sama dan saling bantu.

Baca Juga :  BRI Hadirkan Akses Pembiayaan UMKM di Event Karya Kreatif Indonesia 2022

”Diharapkan prilaku tersebut dapat menyebar, sehingga tercapai tatanan masyarakat yang memiliki kekuatan secara ekonomi di suatu daerah,” imbuhnya.

Business Coach BTPN Syariah area NTB Nurhaidah mengatakan rata-rata penyaluran pembiayaan di NTB setiap bulan mencapai Rp 40 miliar. Hingga kini nasabah yang sudah dibiayai sejak 2014 di NTB  230 ribu orang. Ia mencontohkan ada nasabah di NTB melakukan pengajuan peningkatan plafond dua kali lipat. Seperti salah satu nasabah di Bima bernama Maesarah mendapatkan plafond pinjaman Rp 100 juta, sedang mengajukan pembiayaan Rp 200 juta.

”Hitungan per Mei 2022 penyaluran pembiayaan yang aktif di NTB kepada 108 ribu nasabah. Dengan nomimal penyaluran hingga Mei 2022 sebesar Rp 311 miliar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sederet Kerugian jika Pemerintah Angkat Tangan soal Garuda

Kepala OJK NTB Rico Rinaldy menerangkan kredit perbankan yang disalurkan Rp 56,907 triliun hingga April 2022. Dengan total rekening kredit mencapai 550.561 rekening. Jumlah penyaluran kredit ini hampir 86,7 persen dari keseluruhan aset perbankan di NTB.

”Kabupaten Sumbawa menjadi kota atau kabupaten kedua tertinggi penyaluran kredit sebesar Rp 5,216 triliun,” ujarnya.

Dijelaskan, penyaluran kredit perbankan paling banyak untuk konsumsi Rp 25,013 triliun. Penyaluran kredit modal kerja mencapai Rp 23,056 triliun dan investasi mencapai Rp 8,839 triliun.

”Paling terbanyak penyaluran kredit masih mendominasi Kota Mataram sebesar Rp 35,789 triliun,” tuturnya. (nur/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/