alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Aktivitas Pasar Baju Bekas Karang Sukun Belum Normal

MATARAM–Aktivitas jual beli baju bekas impor di Pasar Karang Sukun perlahan membaik. Namun demikian masih jauh dari kata normal. Pedagang yang mulai membuka lapak juga belum semuanya. ”Pedagang sebenarnya masih takut. Namun kondisi ekonomi yang seret membuat mereka mau tidak mau harus berjualan,” kata Bahraen, Kepala Pasar Karang Sukun kepada Lombok Post, Jumat (24/7/2020).

Dari 53 pedagang yang terdaftar, saat ini 35 sudah mulai berjualan. Menurutnya, masyarakat memang masih khawatir baju-baju impor yang didatangkan dari Cina bisa menularkan Virus Korona. Padahal, kata dia, sebagian besar pedagang mengambil baju yang berasal dari Singapura dan Korea.

”Banyak yang takut, jadi masih enggan membeli baju di sini. Kalau pengunjung minim, tentu jumlah pedagang juga belum terlalu banyak,” jelasnya.

Dijelaskan pihaknya juga coba menerapkan protokol kesehatan. Mengimbau pedagang maupun pengunjung selalu menggunakan masker. Namun, pembeli yang tidak diperbolehkan masuk akibat tidak menggunakan masker justru membuat tingkat kunjungan semakin berkurang. Hal ini tentu mempengaruhi pendapatan pedagang.

”Seharusnya pengunjung bisa lebih tertib. Kalau mau belanja harus gunakan masker. Supaya pedagang juga tidak kecewa karena jumlah pengunjung sedikit,” ujarnya.

Hal itu diakui Roni, salah satu pedagang. Dikatakan, pendapatannya mulai merosot sejak awal kemunculan pandemi. Keaadaan tersebut membuatnya harus beralih profesi sementara menjadi pedagang sayur keliling.

”Mulai momen menjelang lebaran, Mall ditutup. Saya dan para pedagang melihat ini sebagai peluang. Karena masyarakat tetap butuh baju baru dengan harga terjangkau,” katanya.

Demi mengisi ketiga lapak miliknya, ia harus membeli lima sampai enam bal baju sekaligus dari pihak pemasok asal Bali. Modalnya berkisar Rp 17.000.000 hingga Rp 20.000.000 dalam sekali buka. Ia mengaku tak pernah kesulitan mendapat pasokan barang, meski di momen Korona sekalipun.

”Sempat khawatir karena peraturan impor barang diperketat. Tapi ternyata lancar-lancar saja. Jadi semua lapak bisa terisi,” ungkapnya.

”Karena kalau hanya diisi setengah,  lapaknya terlihat kurang menarik di mata pengunjung. Karena variasi bajunya sedikit,” tambah pria tiga anak ini.

Berjualan sejak tahun 2014, pendapatannya ratusan ribu hingga Rp 1.000.000 per hari. Kini, meski situasi perlahan sudah kembali normal, pendapatannya masih belum stabil.

”Kadang ratusan ribu, kadang hanya puluhan saja. Tapi situasi ini masih lebih baik daripada dulu yang tidak ada pemasukan sama sekali,” ujarnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks