alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Ini Dia MONES, Sabun Cuci Piring Produk Lokal, Kualitas Nasional

MATARAM–Siapa bilang produk lokal hanya sebatas barang ecek-ecek tak berkelas. Satu demi satu produk NTB menunjukkan diri mampu menyamai kualitas produk nasional.

Terbaru, PT Graf Monesindo Persada, coba membuat sabun cuci piring Mones. ”Selama ini produksi selalu dianggap susah. Perlu modal tinggi dengan peralatan canggih. Padahal kita bisa berkreasi ciptakan produk demi melayani kebutuhan warga di sekitar kita,” kata Muhammad Hafidz, founder sekaligus pimpinan PT Gref Monesindo Perkasa.

Mones, yang berarti bersih kinclong, diyakini sudah memenuhi seluruh standar kualitas industri.  Memiliki izin edar, bersertifikat MUI, bahkan punya barcode internasional untuk memudahkan proses ekspor. Busa melimpah dengan harga ekonomis jadi daya tarik utamanya.

”Isinya lebih banyak dari sabun merk terkenal. Yakni 125 ml seharga Rp 2.000 saja. Juga lebih menarik dengan kemasan full print,” katanya.

Usaha yang berdiri sejak Maret 2019 ini mampu memproduksi sedikitnya 3.000 Mones per hari. Lombok Timur, disasar menjadi lokasi potensi distribusi utama. Satu orang salesman akan meng-cover 1.400 kios di sana. Masing-masing kios diberi enam kemasan untuk dijual.

”Terpenting barangnya mulai dikenal, ada di mana saja, dan dapat terjual secara cepat. Karena saat ini belum memungkinkan untuk langsung menumpuk barang di satu outlet dengan saingan merk terkenal,” jelas Marketing Distribusi Mones Parlin Prihatin.

Ditambahkan, pemasaran di Kota Mataram baru akan dilakukan mulai minggu depan. Fokusnya pun masih pada kios dan usaha-usaha kecil masyarakat. Salah satunya melalui outlet Kios Lebui. ”Untuk toko dan mall modern baru akan disasar jika masyarakat sudah familiar dengan produk ini,” tambahnya.

Dijelaskan Hafidz, dalam waktu dekat pihaknya akan menambah tiga orang tenaga pemasaran demi memperluas jumlah kios yang dikunjungi.Targetnya, 50.000 hingga 60.000 kemasan mampu terjual dalam sebulan.

”Jumlah itu masih sangat kecil sekali dibanding serapan pasar produk sejenis di Lombok Timur berpenduduk sekitar satu juta orang,” imbuhnya.

Seluruh proses produksi IKM sabun cuci piring Mones dikerjakan oleh tenaga-tenaga lokal NTB. Alat pengisi dan penutup kemasan pun menggunakan buatan lokal yang diinisiasi oleh SMKN 2 Kuripan. Ia berharap, upaya ini dapat menjadi contoh untuk menggerakkan potensi ekonomi dan SDM lokal.

”Untuk apa pakai produk luar kalau kita bisa produksi sendiri. Tinggal cari ilmunya di Youtube. Soal pasar, kenalkan saja. Kalau konsisten akan terbiasa. Efek dominonya amat banyak,” katanya semangat. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks