alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Penerima BPUM Capai 363.266 Pelaku Usaha

MATARAM-Program Banpres Produktif dan Usaha Kecil Mikro (BPUM) telah tersalurkan kepada 363.266 penerima. Nilai realisasi anggaran Rp 435,92 miliar hingga Agustus 2021. Jumlah ini pun masih terus berpotensi bertambah hingga Desember mendatang.

”Usulan sudah disetop, tinggal tunggu pencairan bagi yang sudah masuk usulannya,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Ahmad Masyhuri, Minggu  (24/10).

Secara rinci jumlah penerima tiap kabupaten kota berbeda-beda. Dari data tercatat, BPUM telah tersalur pada 44.747 penerima di Lombok Barat senilai Rp 53,70 miliar. Berikutnya 69.419 penerima di Lombok Tengah senilai Rp 83,30 miliar. Lombok Timur dan Sumbawa masing-masing 59.904 dan 46.960 penerima senilai Rp 71,88 miliar dan 56,35 miliar. Dompu 34.187 penerima, Bima 48.846, dan Sumbawa Barat 6.446 penerima. Nilainya Rp 41.02 miliar, 58,62 miliar dan 7,74 miliar. Penerima BPUM Lombok Utara 6.216 orang, Kota Mataram 20.334 orang, dan terakhir Kota Bima 21.919 orang. Penerimanya berurutan Rp 7,46 miliar, Rp 24,400 miliar, dan 26,0 miliar.

Baca Juga :  Vaksin Datang, Pengusaha Senang

Ada juga tersisa 4.288 penerima senilai Rp 5,15 miliar yang tersalurkan tanpa keterangan rinci alamat pelaku usaha. ”Tersalurkan tapi karena alamat tak terperinci sehingga tak bisa direkapitulasi mereka merupakan penerima dari kabupaten yang mana,” paparnya.

Penerima yang baru sebanyak 300 ribuan, jumlah ini diperkirakan baru menyentuh sepertiga dari seluruh pelaku usaha mikro yang ada di NTB. Melihat total jumlahnya sekitar 109 ribu lebih. Artinya, bantuan ini baru diterima sebagian kecil masyarakat. Pihaknya pun berharap besar bantuan tersebut kembali dilanjutkan tahun depan. Namun masih harus  menanti keputusan Kemenkeu terkait anggaran program BLT UMKM 2022. Sebab bantuan ini amat bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan.

Sisi lain, tak sedikit UMKM yang masih membutuhkan dan berarap dapat menerima bantuan ini. Hal tersebut selaras dengan kondisi UMKM yang baru bisa bangkit mulai September lalu. Otomatis membutuhkan modal tak sedikit untuk mengembalikan eksistensi usahanya. Ia pun mengklaim BPUM ini tersalurkan tepat sasaran.

Baca Juga :  Jokowi Resmikan Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Sebab pendaftaran peserta menggunakan NIB sebagai salah satu persyaratan. Sehingga meminimalisir kemungkinan dobel atau bahkan salah penerima. Jika bantuan dilanjutkan, tentu tak akan menimbulkan kekhawatiran UMKM dalam menerima bantuannya.

”Tak perlu diperbanyak targetnya. Paling tidak yang belum dapat ini bisa dapat tahun depan,” katanya.

Terpisah, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (NTB) Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi mengatakan bantuan seperti BPUM dibutuhkan bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal. Ini untuk mengembalikan kondisi bisnisnya. Membaiknya kondisi bisnis juga akan bermuara pada perbaikan kondisi ekonomi daerah. ”Harus itu, kita harap bantuan ini dilanjutkan pemerintah,” ujarnya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/