alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Mudik Dilarang, DAMRI Mataram Terpaksa Rumahkan Sejumlah Karyawan

MATARAM-Selama masa pandemi virus korona (Covid-19) penurunan penumpang Damri mencapai 70 persen. “Karena tidak ada yang operasional, tidak ada masukan,” kata General Manager Damri Kota Mataram Muhammad Adzani Wahyu Wibowo, Jumat (24/4).

Pemberlakuan kebijakan pemerintah terkait penutupan penerbangan dan pelabuhan dinilainya akan memberi dampak lebih jauh. Khususnya, pada operasional bus Damri. Beberapa rute bus bahkan ada yang sudah ditutup.

Sebelumnya, dalam sehari, pendapatan operasional bus Damri secara keseluruhan mencapai Rp 70 jutaan. Angka ini didapatkan jika seluruh kendaraan beroperasi. Baik itu bus komersil bandara, pariwisatanya dan lain-lain.

“Pendapatan kita sudah menurun, jadi Rp 20 jutaan dari yang sebelumnya Rp 70 jutaan. Itu pun juga kita masih menutupi biaya operasional,” tuturnya.

Di sisi lain, untuk pemeliharaan mau tidak mau harus menggunakan dana taktis perusahaan “Yang jelas kegiatan pemeliharaan sendiri kita batasi juga untuk sementara waktu. Sampai pandemi ini selesai,” jelasnya.

Selain pendapatan, kondisi penutupan ini juga berdampak pada tenaga kerja. Khususnya para pengemudi maupun staf lainnya yang ada di kantor Damri.

“Untuk sementara waktu akan kita rumahkan dan kita berlakukan rolling bagi pengemudi,” ungkapnya.

Jumlah pengemudi di Damri sampai saat ini ada 90 orang. Dan rencananya akan dilakukan pergantian. Khususnya, untuk trayek-trayek yang masih beroperasi dan belum ada kebijakan penutupan.

Sejak Jumat (24/4) pihaknya sudah menutup trayek yang beroperasi ke bandara. Mulai dari Mataram, Sengigi, dan Selong. Sementara untuk, angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) masih menunggu konfirmasi dari pusat. Sedangkan, untuk yang regular ke Sumbawa masih bisa di operasikan. Karena belum ada kebijakan penutupan di pelabuhan Kayangan sampai saat ini. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks