alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Stok Daging Beku Kosong

MATARAM-Stok daging sapi beku di NTB, mulai kosong. Padahal kebutuhan daging beku cukup banyak. Terutama bagi industri perhotelan dan restoran.

“Harga daging beku ini juga terbilang murah, yakni Rp 80 ribu per kilogram. Sehingga banyak diminati,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani, kemarin (25/9).

Kosongnya stok daging beku ini disebabkan adanya larangan impor daging beku ke NTB oleh pemerintah pusat. Padahal menurutnya kebutuhan terhadap daging beku di NTB cukup tinggi.

Akibat kosongnya ketersediaan daging beku di sejumlah distributor, konsumen mau tak mau harus mencari daging sapi lokal. Sejauh ini ketersediaan daging lokal di NTB cukup melimpah.

“Untuk memenuhi permintaan ini bisa pakai daging lokal saja. Cuma harganya tidak boleh naik,” katanya.

Menurutnya, keputusan membatasi masuknya daging beku ke NTB dikarenakan, banyak protes dari sejumlah kalangan. Mereka khawatir masuknya daging beku, membuat pasar daging lokal menjadi tertutup. Sehingga pada akhirnya dapat merugikan para pedagang dan peternak.

Namun, kebutuhan daging di NTB, menurut Selly, sebenarnya cukup tinggi. Kebutuhan tersebut belum dapat ditutup distributor daging lokal. Apalagi kebutuhan terhadap daging dengan harga terjangkau.

“Karena itu kita harus bisa memenuhi kebutuhan daging lokal tersebut. Jangan sampai daging lokal tidak ada juga. Dan yang penting harga daging lokal tidak boleh naik,” tuturnya.

Ia mengatakan, selama ini harga daging lokal masih terbilang tinggi. Yakni Rp 125 ribu per kilogram. Padahal, dengan masuknya daging beku di pasaran, harga danging bisa ditekan Rp 80 ribu perkilogramnya.  Sayangnya, dari pemerintah justru keberatan dengan daging impor.

“Dinas peternakan juga keberatan dengan daging impor, sebenarnya itu tidak bisa dilarang-larang,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Hj Budi Septiani mengatakan, sejak 2011 lalu NTB sudah swasembada daging. Dari perhitungan suplay and demand kuota daging di NTB dinilai cukup.

“Saat ini kuota kita untuk potong ada 40 ribu ekor, tetapi yang terserap baru 12 ribu ekor,” katanya. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Desa Rhee Loka Sumbawa, Desa dengan Ketahanan Pangan yang Top

DESA Rhee Loka, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu desa yang ikut dalam lomba Kampung Sehat. Dianugerahi alam yang subur serta air yang mengalir tiada henti, desa ini pun menjadi desa dengan ketahanan pangan yang luar biasa.

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks