alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Fast Courier, Ojek Online Lokal di NTB Siap Saingi Grab dan Gojek

MATARAM–Dunia transportasi online nasional kini didominasi sejumlah pemain besar seperti Gojek dan Grab. Namun bukan berarti pemain baru tak bisa masuk, mencoba peruntungan.

Buktinya, NTB juga punya transportasi online lokal bernama Fast Courier. Sebenarnya Fast Courier bukanlah pendatang baru. Layanannya sudah ada sejak tahun 2015 namun pemasarannya hanya berkutat lewat social media.

”Kami ada sebelum Gojek dan Grab hadir di Lombok. Tapi karena saat itu dibuat sekedar iseng, jadi tidak ada strategi pemasaran khusus yang kita lakukan sampai sekarang,” jelas Indah Kartika Dewi, sang pemilik.

Pelayanan yang ditawarkan mencakup antar jemput penumpang. Serta pengiriman barang dan makanan di restoran yang terdaftar sebagai mitra usahanya. Tarif hanya Rp 10.000 untuk pengantaran ke seluruh Kota Mataram. Juga, tidak ada biaya tambahan setiap pesanan.

”Kita support teman-teman pengusaha kuliner, online shop dan lainnya. Kita juga bantu promosi usahanya lewat sosial media. Jumlah mitra usaha yang terdaftar saat ini sudah ratusan restoran,” ujarnya bangga.

Ia mengaku, sejak ada Korona pihaknya meniadakan orderan antar jemput penumpang. Itu akan diberlakukan sampai situasi bisa kembali normal. Untuk itu ia memperluas peluang bisnis dengan menghadirkan fasilitas belanja ke pasar secara virtual. Polanya melalui kurirpasartradisional.com. Kebutuhan dibeli di Pasar Bertais dengan pengiriman dilakukan hari berikutnya. Dimulai sejak pukul 10.00 Wita.

”Total kurir kami ada 40 orang ditambah dua staf admin. Karena saat ini Korona, jadi kita bisa manfaatkan dua peluang. Semua kurir tetap bekerja, dan masyarakat juga bisa tetap belanja dengan aman lewat web saja,” katanya.

Bisa dikatakan, Korona membawa dampak positif bagi usahanya. Aneka fasilitas tambahan yang ditawarkan, membuat Fast Courier biasa menerima 300-350 orderan dalam sehari. Jumlah tersebut membuktikan bahwa transportasi online lokal pun tidak kalah pamor dengan milik nasional.

”Karena kita sudah lebih dulu, jadi lebih dikenal. Apalagi dari segi  tarif, kemudahan, dan promo yang kami tawarkan juga berbeda dengan ojek online lainnya,” ujarnya.

Lale Sukma, salah satu pelanggan mengatakan sudah menjadi pengguna layanan sejak duduk di bangku kuliah semester II. ”Saat itu nge-kost tapi belum punya motor. Jadi kehadiran Fast Courir membantu saya memenuhi beragam kebutuhan,” ceritanya.

Meski kini Gojek dan Grab lebih mendominasi, ia masih tetap setia menggunakan layanan Fast Courier.

”Karena harganya jauh lebih murah. Tentu ini jadi poin plusnya bagi perantau seperti saya,” imbuh gadis asal Lombok Timur ini (eka/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks