alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Minyak Subsidi Belum Sentuh Pedagang Pasar Tradisional

MATARAM-Pedagang minyak goreng di pasar tradisional mengeluh belum mendapat pasokan minyak goreng murah seharga Rp 14 ribu per liter. Padahal di ritel-ritel modern minyak subsidi telah tersedia.

”Pemerintah minta ada penyesuaian harga, tapi sampai sekarang belum ada minyak subsidi untuk pedagang,” kata Malwi, kepala Pasar Kebon Roek, Kamis (27/1).

Pedagang pun hingga saat in imasih menjual minyak goreng dengan harga lama, Rp 19-21 ribu. Sementara mereka juga masih memiliki stok minyak yang dibeli harga lama. Ia memperkirakan, masih ada sekitar 300 liter minyak goreng nonsubsidi masih tersedia di pasar Kebon Roek. Ada yang punya stok bervariasi sekitar 5-30 dus ukuran dua liter.

Baca Juga :  Airlangga Ingatkan Sanksi Bagi Pelanggar Larangan Ekspor Semua Produk CPO

Menurutnya, hal ini lantaran pedagang terlambat menerima informasi adanya minyak subsidi yang hendak digelontorkan pemerintah. Sehingga pedagang tetap membeli stok minyak. Jika dijual seharga minyak subsidi, jelas pedagang merugi. ”Pembeli mengeluh, pedagang merugi,” katanya.

Ia meminta agar subsidi secara merata menjangkau pelaku pasar tradisional. Sarannya, pihak distributor datang ke pasar tradisional dan mendata para pedagang minyak goreng yang masih mengantongi stok. Stok tersebut bisa diambil kembali, atau diganti rugi selisih harga lamanya. Dengannya minyak goreng murah tersebar secara merata. Pedagang pun mengaku siap menjual minyak goreng seharga Rp 14 ribu. Terlebih, pasar tradisional menjadi salah satu lokasi strategis yang pasti dikunjungi semua kalangan. ”Kita berharap distributor datang ke pasar, menarik, atau kembalikan lagi dengan harga yang lama,” tegasnya.

Baca Juga :  Kilang Dumai Beroperasi Normal saat Nataru, Pertamina Jamin Stok Aman

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) NTB selaku distributor minyak subsidi mengatakan, produsen memiliki skema tersendiri terkait penyalurannya. Kebanyakan dari mereka mengutamakan peritel yang sudah memiliki hubungan baik. Baru kemudian disalurkan ke distributor sisanya. Seperti kedua perusahaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret lebih dulu menjual karena mereka memiliki jejaring nasional.

Sementara ritel tradisional, masih menanti waktu eksekusi. Termasuk juga ketersediaanya di tingkat pasar tradisional. Diharapkan minyak subsidi bisa disalurkan dalam waktu 3-4 hari ke depan. ”Sehingga ketersediaan minyak goreng subsidi juga bisa menyasar konsumen rumah tangga yang lebih luas,” katanya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/