alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Membaca Peluang Dibalik Badai Teknologi

MATARAM-”Badai Teknologi” tengah mengguncang Indonesia sejak beberapa tahun belakangan. Tak terkecuali di NTB, badai ini menyapu banyak kalagan yang tak siap dan ogah menyesuaikan diri.

Bukannya mereda, badai ini agaknya masih akan terus bergejolak dengan kedahsyatan yang terus bertambah. Bersamanya, para pemain besar dalam berbagai bidang usaha turut dibawa. Tak sedikit pengusaha lokal yang kelabakan. Banyak pula yang sudah gulung tikar.

Perkembangan teknologi ini membuat jarak dan waktu menjadi semakin dekat. Dengan mudah, kini seseorang bisa membeli barang yang ada di berbagai belahan dunia. Dari genggaman tagan mereka yang bertajuk ponsel pintar, transaksi terjadi. UMKM jelas kepayahan menghadapi para raksasa yang datang dibawa badai itu.

Namun, seiring badai yang mulai bisa terbaca pergerakannya, pelaku lokal juga mulai memanfaatkannya. Mereka ogah berdiam diri. Terus menyesuaikan diri dan berbalik menggunakan badai yang awalnya merusak itu.

Meski hanya sebatas usaha kecil, para pelaku usaha harus sadar dan melek teknologi. Apalagi saat ini, era digitalisasi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Pemasaran melalui digitalisasi ini berpotensi besar. Teorinya tidaklah sukar, bahkan sejatinya mudah. Cukup manfaatkan teknologi dengan tepat, maka pundi-pundi uang akan datang dengan sendirinya.

Lombok Post mendapati, jasa jual beli sayuran lokal bahkan sudah coba bermain di dalamnya. Adalah Bale Sayur yang berhasil membuktikan teori tersebut. Bahkan, terbilang laris manis di kalangan netizen. ”Saya lihat, usaha sayur segar berbasis online di Lombok ini masih belum ada. Alhamdulillah, antusias masyarakat tinggi banget,” kata Owner Bale Sayur Wiladah Azzahra pada Lombok Post.

Ya, jika sebelumnya pedagang sayur berkeliling dnegan gerobak-gerobaknya menyusuri gang demi gang perumahan, ia cukup dari dalam rumah. Memanfaatkan ponsel pintar dan jaringan internet, Wiladah menjangkau banyak kawasan di Lombok.

Facebook adalah media yang dipilihnya. Menggantikan outlet yang sempat dipikirkannya. ”Saya dan suami berpikir jika buka outlet akan sama saja seperti di pasar. Akhirnya kami pilih buka usaha melalui online saja,” ujar dia.

Dalam seminggu, lebih dari 60 orderan yang didapatkannya. Untuk pemesanan, cukuplah beragam. Ada wortel, cabai, barang merah, bawang putih, kol, kangkung, buncis, dan masih banyak lagi. ”Respon masyarakat melebihi ekspektasi kami. Bahkan, peluangnya besar, karena tidak ada saingan,” jawabnya.

Harganya sama dengan yang dipasaran. Bedanya, pembeli tak harus repot pergi ke pasar, atau menanti dagang sayur keliling mendatanginya. ”Rata-rata semua orang punya sosmed,” kata Elga Anggraeni, Owner Beehoneycomb.Lop pada Lombok Post.

Walaupun termasuk usaha baru, produk yang dijualnya terbilang sukses besar. ”Saya jual sarang madu, ini sedang hits banget di kalangan generasi milenial. Pangsa pasarnya besar banget deh,” jelasnya.

Menjual sesuatu yang unik adalah strategi lain yang layak dimainkan. Dengan mengincar pasar milenial, ia menunjukkan kecerdasan lain. Merekalah pemain medsos yang terbesar persentasenya. ”Dalam sehari, bisa sampai 25 pcs dengan beragam ukuran,” ujar perempuan yang bermain di instagram itu.

”Mempromosikan dagangan kita melalui sosmed memang memberikan keuntungan yang beragam, tapi di sisi lain, tantangannya pun cukup tinggi,” kata Suhartina, Owner Yayart.id, usaha bidang seserahan pada Lombok Post.

Menurut dia, selain berlomba-lomba dengan online shop (olshop) lainnya, membuat konsumen percaya, bahwa produk yang dijualnya masuk dalam kulitas premium ternyata tidaklah mudah.

”Barang yang tidak sesuai dengan di foto, terkadang menjadi tantangan,” ujar dia.

Karena itu, bisnis ini sejatinya gampang-gampang sukar. Jika mampu enjaga kualitas, memastikan pasar yang dibidik tepat, dan menjalankan strategi promosi yang jitu, bukan tak mungkin badai teknologi ini berbuat berkah teknologi.

Pemerintah sejatinya tak tinggal diam. Mereka kini tengah berupaya memfasilitasi. Bahkan dengan membuka pasar yang lebih besar lagi. UPTD Balai Pengembangan Pelatihan dan Promosi Ekspor Daerah (BP3ED) terus mendorong pelaku UMKM di NTB untuk memasarkan produknya di Ishop.

Ini adalah wadah promo bersama dunia maya yang dimiliki daerah. Bahkan dalam waktu dekat, para pelaku usaha yang sudah bergabung akan dilibatkan langsung ke dalam e-commerce besar di Indonesia ya, tak lagi sebatas FB atau IG, Ishop besutan pemerintah mengincar langsung e-commerce. ”Sebelum melakukan kerjasama dengan e-commerce besar, kami terus dorong UMKM yang ada di sini untuk semakin melengkapi berkas-berkas yang harus dipenuhi,” kata Kepala UPTD BP3ED Disdag NTB M Taufik Rahman.

Pihaknya mensyaratkan, UMKM yang tergabung dalam Ishop ini sudah punya standar, mulai dari standar industri, balai kesehatan, BBPOM, dan standar lainnya. ”Terlebih lagi pihak e-commerce besar, mereka pasti membutuhkan standar-standar,” tuturnya.

Ishop menjadi pintu masuk dan semacam percobaan untuk itu. ”Kita upayakan, UMKM ini bisa konsen untuk melengkapi semua persyaratan administrasi. Kalau perlu, kami akan jemput bola untuk mempercepat,” jelasnya.

Sejumlah e-commerce besar seperti Shopee dan Bukalapak disebut-sebut tengah mengincar kerja sama dengan sejumlah UMKM NTB. Mulai dari UMKM dengan produk tas ketak, handy craft, tenun, dan masih banyak lagi. ”Kerjasama kearah sana memang besar,” jawabnya.

Nantinya, 53 UMKM yang sudah terlibat di dalam Ishop yang akan memperebutkan kerjasama dengan e-commerce besar yang coba digandeng. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks