alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Titik Nol, Ketua REI NTB H Heri Susanto Pilih Terbang Landai

MATARAM-Program Titik Nol Lombok Post episode ketiga menghadirkan Ketua REI NTB H Heri Susanto. Ia memulai bisnis properti sejak tahun 2008, dan sektor ini belum banyak tantangan dengan permintaan yang masih tinggi. ”Kala itu masa kejayaan property, hingga awal tahun 2014,” katanya mengawali dialog virtual dengan Direktur Lombok Post Alfian Yusni di Program Titik Nol, Rabu (20/5).

Setelah 2014, karena pergantian kekuasaan, sejumlah hal berubah. Pada masa itu, pengusaha jelas memilih wait and see. ”Ya ada turbulence di masa itu untuk bisnis properti,” terangnya.

Kabar baiknya ada program rumah subsidi yang membantu. Program ini awalnya tidak banyak dilirik pengembang, karena permintaan rumah komersil masih banyak kala itu. Belakangan rumah subsidi terus naik daun.

Pada 2014, program ini menopangan secara nasional hingga 20 persen. Tahun selanjutnya 2015-2016 rumah subsidi menopang 50 persen sektor properti. Sampai 2018 betul-betul menguasai hingga 90 persen nasional. ”Sedangkan untuk NTB kontribusi program rumah subsidi diatas 90 persen, karena rumah komersil benar-benar stagnan,” jelasnya.

Dikatakan, semua bisnis ada masa naik dan turunnya. ”Saat ini teman-teman properti lagi mengalami badai. Apalagi badai ini untuk semua elemen usaha,” tambahnya.

Dalam pengembangan sektor ini harus ada win win solution. Yang terpenting perusahaan tetap jalan. Ibarat pesawat, tak mengapa terbang rendah, asal selamat. ”Tujuan saat ini juga bisa dikatakan belum jelas, karena sampai saat ini tidak ada yang memastikan krisis yang diakibatkan Covid-19 sampai kapan,” terangnya.

Diterangkan, REI NTB terdiri dari 79 pengembang. Yang aktif tersisa 17 pengembang, karena sudah digerogoti sejak 2014 lalu. ”Tidak aktifnya anggota REI NTB dengan berbagai alasan,” tambahnya.

Dalam kass NTB terkait pandemi, pihaknya melihat ekonomi mikro masih bergeliat. ”Jadi masih ada optimis untuk di NTB,” tuturnya.

Pada momen ini sarannya, ekspektasi jangan terlalu tinggi. Pengusaha juga harus bersiap menata langkah berikutnya. Kata kuncinya adalah menyesuaikan diri. Tak kalah penting, menjaga hak dan kewajiban kepada karyawan. ”Karyawan ini adalah aset yang tidak bisa dihargakan,” imbuhnya.

Direktur Lombok Post Alfian Yusni mengapresiasi titik tekan karyawan sebagai asset. Menolong orang terdekat dalam hal ini karyawan harus dilakukan. ”Dalam menghadapi semua ini sekarang, yang penting bisa bertahan,” kata dia. (nur/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks