alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

H-3 Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban di Mataram Masih Lesu

MATARAM–Tiga hari jelang perayaan Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan ternak di Kota Mataram dan sekitarnya cenderung masih sepi pembeli. Keluhan penurunan jumlah tersebut dilontarkan Salhan, penjual kambing  asal Lendang  Lekong, Turida.

Bahkan, ia mengatakan penurunannya mencapai lebih dari 60 persen dibanding tahun lalu. ”Biasanya harus sudah laku 70-75 ekor. Sekarang baru 20 ekor saja,” curhatnya.

Meski begitu, saat ini harga hewan relatif normal. Berkisar Rp 3.000.000 hingga Rp 4.000.000 per ekor. Karena sangat sepi, ia  tak segan menurunkan harga hingga Rp 500.000. Ia menduga, penyebab turunnya penjualan karena kondisi ekonomi masyarakat belum normal seperti biasa.

”Tahun ini masyarakat enggan beli kambing mahal. Beda dengan Idul Adha tahun lalu,” katanya.

Rawiyah, penjual hewan ternak lainnya asal Sekarbela mengatakan, stok hewan yang diberikan dari peternak asal Keruak, Lombok Timur juga berkurang. Sehingga persoalan yang dihadapi berlipat. Satu sisi minat beli berkurang, sisi lain pilihan juga terbatas.

Sejak gempa 2018, peternak cukup kesulitan mencari lahan untuk kambing dan sapi peliharaannya. Hal tersebut berimbas pada naiknya harga hewan yang ia jual. Yakni Rp 3.500.000 – Rp 4.500.000. ”Biasanya saya stok 60 ekor kambing saja bisa laku 30-35 ekor. Tahun ini ada 45 stok kambing tapi baru laku tujuh ekor. Sapi ada tujuh baru terjual seekor. Mungkin karena pilihannya tidak sebanyak biasanya,” ujarnya.

Ia berharap, semakin mendekati hari raya permintaan bis meningkat. ”Biasanya dua hari atau sehari menjelang lebaran baru diserbu. Semoga tahun ini juga begitu,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli menerangkan, hingga kemarin jumlah total pedagang hewan kurban di Mataram 57 orang. Dengan kambing yang ditawarkan 1.817 ekor sedangkan sapi 81 ekor. Pihaknya memaklumi adanya penurunan jumlah penjualan hewan ternak tahun ini. Itu  akibat perekonomian masyarakat terdampak Korona. Namun, lanjut dia, pandemi ini juga membuat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan hewan kurbannya meningkat.

”Di beberapa tempat, masyarakat berinisiatif untuk meminta pemeriksaan secara khusus terkait hewan ternak pilihannya. Jadi kami datangkan dokter hewan pihak kami ke lokasinya,” katanya.

”Bisa jadi hal ini karena adanya Covid-19, membuat masyarakat lebih mewanti-wanti. Bisa juga karena pernah ada pengalaman hewan ternak yang tidak memenuhi syarat untuk dikurbankan,” tambahnya. (eka/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.
Enable Notifications.    Ok No thanks