alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

HIPMI NTB Minta Program PEN Utamakan Pelaku UMKM

MATARAM-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB mengapresiasi langkah pemerintah dalam upaya pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Syawaluddin, Ketua DPD HIPMI NTB berharap penekanan pada program PEN ada pada pemberdayaan sektor UKM/IKM. Begitu pun dengan pelaku usaha yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

”Pemerintah harus jeli melihat potensi apa yang bisa menggerakkan roda perekonomian. Pandangan kami, salah satu yang menjadi penguat tentu UKM/IKM ini,” katanya kepada Lombok Post, Senin (27/7/2020).

Efektivitas upaya penguatan UMKM diyakini akan berdampak pada kemampuan bertahan menghadapi resesi ekonomi. Belajar dari sejarah, krisis 1998 silam mampu dihadapi  dengan UMKM yang kuat.

”Ingat, kontribusi UKM terhadap PDB lebih dari 60 persen. Artinya, dengan pola yang bagus melalui PEN ini membantu UKM, kita bisa bertahan dan meng-cover diri dari resesi,” ujarnya.

Turut mendukung pemerintah menggerakkan ekonomi, HIPMI NTB bertekad mencetak 1.000 wirausaha baru. Langkah yang akan dilakukan adalah dengan memberikan konsesi dalam bentuk legalisasi gratis pada para pelaku UMKM yang baru dirintis.

”Saat ini kami sedang menginventarisir persoalannya akan seperti apa kedepan. Juga melakukan skema penyempurnaan program sebelum kami launching di masyarakat,” jelasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Aweng ini, pemerintah sudah banyak menggelontorkan anggaran untuk pelaku UMKM. Namun bantuan akan sia-sia jika mereka tidak punya legalitas untuk mengakses bantuan tersebut. Terlebih, modal yang dimiliki UMKM sangat terbatas. Belum tentu bisa dipakai untuk melegalisir usahanya.

”Dengan keluarnya legalitas tersebut, wirausaha yang mau kita bangun itu nyata, bukan UMKM abal-abal. Sehingga mereka bisa terdata resmi untuk bisa mengakses permodalan, maupun menerima manfaat stimulus yang diberikan pemerintah,” katanya.

Saat ini pihaknya juga masih mengkampanyekan agar pelaku usaha tetap konsisten mematuhi protokol kesehatan. ”Hipmi siap mendukung dan menyukseskan apapun program yang dilakukan pemerintah,” imbuhnya.

Terpisah, pengamat ekonomi M Firmansyah mengatakan, UMKM harus didorong untuk mampu bergerak pada sektor primer. Sebagai substitusi impor demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan usaha lokal menengah dan besar pun bisa digandeng untuk pemenuhannya.

”Kalau pemerintah fokus program PEN ini pada UMKM, biarpun gonjang-ganjing resesi ekononi di luar, tidak akan berdampak apapun pada Indonesia. Karena semua kebutuhan sudah bisa terpenuhi oleh UMKM,” kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks