alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Pemda Harus Bisa Manfaatkan Peluang Event Internasional di NTB

MATARAM-Seluruh kabupaten/kota se-NTB didorong mampu menangkap dan menjemput setiap peluang yang ada di daerah. Kabupaten/kota harus bisa mempromosikan berbagai potensi yang ada.

Mengingat akan digelarnya berbagai event balap motor dunia di Lombok, NTB. Antara lain, MotoGP, MXGP (balap motor cross), bahkan rencananya NTB juga akan menjadi tuan rumah balap paling bergengsi yaitu Formula One (F1). Meski saat ini masih dalam komunikasi intens dengan pihak pemerintah.

“Semua mata sedang tertuju kepada kita. Dan ini momen kebangkitan ekonomi dan pariwisata kita,” ujar Anggota Komisi III DPRD NTB Jalaluddin, Senin (27/12/2021).

Pria yang kerap disapa Bang Lal ini mengatakan, secara pribadi ekonomi saat ini sudah mulai berjalan baik. Terutama untuk UMKM, contohnya di Desa Loyok bagian Lombok Timur. Ini berkaca dari suksesnya gelaran Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) hingga WSBK beberapa waktu lalu yang terselenggara di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, NTB.

Baca Juga :  Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

“Sudah mulai terasa (dampak ekonomi). Seperti di Desa Loyok bagian Kabupaten Lombok Timur. Seperti usaha pernak perniknya, tas anyaman bambu. Nah, ini cukup mendapat dampak positifnya,” ungkap Jalal.

Disisi lain, legislator Udayana jebolan asal Lombok Timur bagian utara ini menegaskan, bahwa peran pihak ITDC sudah cukup baik dalam memperhatikan masyarakat, terutama UMKM di daerah.

“Sikap ITDC sudah cukup baik melibatkan UMKM-UMKM kita. Tinggal besok kita dorong porsi UMKM kita itu lebih diperbanyak untuk diperhatikan, agar mereka ini mendapatkan peluang lebih,” kata Jalaluddin.

Tak hanya itu, ia juga mendorong pemerintah daerah agar sedapat mungkin melakukan pelatihan yang diperuntukkan para UMKM di NTB. Seperti Baju Kaos/Sasambo, Cindera Mata, Tas Anyaman Bambu dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Lombok Timur Ingin Dapat Limpahan Penonton MotoGP Mandalika

“Ini penting untuk meningkatkan kemampuan atau kreatifitas mereka. Dan kabupaten/kota punya ruang disitu, supaya UMKM kita bisa lebih di mantapkan. Sehingga jangan ada lagi yang merasa ditinggalkan,” saran Jalal.

Ia juga berharap, pihak desa melalui PKK lebih proaktif terhadap wilayahnya masing-masing untuk mengambil peranan memberikan mereka pelatihan. Terutama kepada kaum perempuan.

“Kalau melihat pengalaman kemarin sudah baik, tinggal dimaksimalkan lagi. Terutama dari sisi kolaborasinya. ITDC juga harus membuka ruang lebih luas diperbanyak lagi jatah UMKM kita (ketersediaan stand, Red),” tandasnya. (ewi/r10)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/