alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Dampak Korona, Pelaku Wisata NTB Harus Siap Mental Hadapi Kondisi Terburuk

MATARAM-Pelaku industri pariwisata tidak bisa menghindar. Pandemi Covid-19 membuat usaha mereka tiarap. ”Yang kita butuhkan saat ini adalah sikap mental untuk bertahan,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, kemarin (28/4).

Ia mengakui, situasi saat ini benar-benar sangat sulit. Tapi karena dialami hampir semua negara, mereka sedikit terhibur. ”Artinya kita bukan sendirian, kita ramai-ramai, negara lain mengalami hal yang sama,” kata Awan.

Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu dan berbenah diri. Karena itu, selama masa krisis, sikap mental sangat menentukan daya tahan perusahaan. ”Ada yang optimis, pesimis, dan putus asa,” katanya.

Tahun 2018  silam, pariwisata digoncang gempa dahsyat, tapi dalam 10 bulan sanggup bangkit dan pulih kembali. ”Artinya kita bisa meski sekarang kondisinya berbeda, lebih susah,” katanya.

Baca Juga :  BNI Boyong 23 Penghargaan Pada Ajang Infobank Digital Brand Award 2022

Awan meyakinkan pelaku industri yang lain, bencana Covid-19 pasti akan berakhir. Tapi yang dibutuhkan saat ini adalah daya tahan. ”Kalau bencananya panjang kita harus siap-siap makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali,” ujarnya.

Perusahaan juga harus menyiapkan diri, ketika bencana berakhir, mereka bisa langsung tancap gas untuk tetap bertahan. ”Saya tahu bagaimana susah dan lelahnya, tapi mari sama-sama menjaga semangat itu,” imbuhnya.

GPI bersama Dinas Pariwisata NTB sedang menyiapkan langkah jangka pendek untuk merangsang agar pelaku industri tetap bertahap. ”Kita buat kegiatan yang ringan-ringan saja, tetap ada silaturahim dengan sesama pelaku industri,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, pemerintah saat ini tidak berpikir terkait kunjungan wisatawan lagi. ”Kita berpikir bagaimana Covid-19 ini selesai,” katanya.

Baca Juga :  Penyaluran Tahap Dua, JPS Gemilang Butuh Perbaikan Total

Sekarang mereka berusaha melewati fase tanggap darurat. Pemerintah pusat memproyeksikan, Juni sampai Desember 2020 merupakan fase pemulihan. ”Kemudian tahun 2021 kita masuk fase normalisasi,” jelasnya.

Target-target pariwisata pun jelas berubah. Menurutnya kondisi itu harus dimaklumi. ”Ini tidak hanya NTB tetapi juga dunia,” katanya.

Upaya yang dilakukan saat ini, pemerintah memastikan tidak ada destinasi yang terpapar Covid-19. ”Kalau ada daerah pariwisata yang terpapar, maka kita agak berat,” ujarnya. (ili/r5)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/