alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Dampak Korona, Pelaku Wisata NTB Harus Siap Mental Hadapi Kondisi Terburuk

MATARAM-Pelaku industri pariwisata tidak bisa menghindar. Pandemi Covid-19 membuat usaha mereka tiarap. ”Yang kita butuhkan saat ini adalah sikap mental untuk bertahan,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, kemarin (28/4).

Ia mengakui, situasi saat ini benar-benar sangat sulit. Tapi karena dialami hampir semua negara, mereka sedikit terhibur. ”Artinya kita bukan sendirian, kita ramai-ramai, negara lain mengalami hal yang sama,” kata Awan.

Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu dan berbenah diri. Karena itu, selama masa krisis, sikap mental sangat menentukan daya tahan perusahaan. ”Ada yang optimis, pesimis, dan putus asa,” katanya.

Tahun 2018  silam, pariwisata digoncang gempa dahsyat, tapi dalam 10 bulan sanggup bangkit dan pulih kembali. ”Artinya kita bisa meski sekarang kondisinya berbeda, lebih susah,” katanya.

Awan meyakinkan pelaku industri yang lain, bencana Covid-19 pasti akan berakhir. Tapi yang dibutuhkan saat ini adalah daya tahan. ”Kalau bencananya panjang kita harus siap-siap makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali,” ujarnya.

Perusahaan juga harus menyiapkan diri, ketika bencana berakhir, mereka bisa langsung tancap gas untuk tetap bertahan. ”Saya tahu bagaimana susah dan lelahnya, tapi mari sama-sama menjaga semangat itu,” imbuhnya.

GPI bersama Dinas Pariwisata NTB sedang menyiapkan langkah jangka pendek untuk merangsang agar pelaku industri tetap bertahap. ”Kita buat kegiatan yang ringan-ringan saja, tetap ada silaturahim dengan sesama pelaku industri,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, pemerintah saat ini tidak berpikir terkait kunjungan wisatawan lagi. ”Kita berpikir bagaimana Covid-19 ini selesai,” katanya.

Sekarang mereka berusaha melewati fase tanggap darurat. Pemerintah pusat memproyeksikan, Juni sampai Desember 2020 merupakan fase pemulihan. ”Kemudian tahun 2021 kita masuk fase normalisasi,” jelasnya.

Target-target pariwisata pun jelas berubah. Menurutnya kondisi itu harus dimaklumi. ”Ini tidak hanya NTB tetapi juga dunia,” katanya.

Upaya yang dilakukan saat ini, pemerintah memastikan tidak ada destinasi yang terpapar Covid-19. ”Kalau ada daerah pariwisata yang terpapar, maka kita agak berat,” ujarnya. (ili/r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks