alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Inspirasi dari Dasan Cermen, Kampung Berseri Astra Terbaik di Indonesia (1)

Sulap Kampung Kumuh Jadi Kampung Asri

Mengubah kawasan kumuh bukan perkara mustahil. Dengan kerja sama pemerintah, swasta, dan masyarakat pasti bisa. Kelurahan Dasan Cermen bisa menjadi contoh baik menata lingkungan secara gotong royong.

SIRTUPILLAILI, Mataram

WARNA warni bunga Pukul Sembilan menyambut saat memasuki gang Kampung Berseri Astra di Jalan Paica Sari, Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Mataram. Bunga-bunga cantik itu ditata rapi di depan rumah warga. Polybagnya terbuat dari bekas kantong minyak goreng dan sampah botol plastik.

Pada sudut-sudut gang terpampang poster berisi seruan menjaga kebersihan. ”Tidak perlu ditegur saya sudah tahu tempat membuang sampah yang benar” bunyi salah satu poster. Tembok-tembok rumah warga dilukis mural berisi ajakan mengolah sampah.

F-KBA 2
WANITA PENGGERAK: Kader Posyandu Vera Hendriana Devi (paling kiri) bertegur sapa dengan ibu-ibu petugas kebersihan Kelurahan Dasan Cermen.

Selokan sanitasi dihias pot-pot bunga. Tampak bersih. Airnya mengalir lancar, tidak tersumbat sampah lagi. Hijau dedaunan ditambah senyum ramah penduduk membawa suasana tenang kala memasuki gang itu.

”Dulu tidak seperti ini,” tutur Huriani, salah satu warga yang membuka warung di jalan itu.

Setelah ditata rapi, kini warga sungkan membuang sampah sembarangan. ”Kalau ada yang buang sampah di depan rumah langsung ditegur Bu Lurah,” tutur Huriani.

Maklum, Henny Suyasih, lurah Dasan Cermen dikenal aktif mengontrol warganya. Terutama soal kebersihan. Bahkan dia langsung memimpin program Kampung Berseri Astra (KBA). Di daerah lain jarang seorang lurah mau turun tangan.

Dia pula yang meminta warga menanam bunga di masing-masing rumah. Hasilnya, dengan penataan sederhana, kelurahan yang didiami 5.1397 jiwa ini terlihat rapi dan asri. ”Solah idap nane (nyaman rasanya sekarang),” celetuk Huriani, tersenyum.

Dulu, kata Huriani, kampungnya sama seperti permukiman padat penduduk lainnya. Kumuh. Sampah berserakan di mana-mana. Tidak ada yang peduli. Kala itu, belum ada fasilitas memadai. ”Sekarang sudah bagus, anak-anak berhenti buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Tidak hanya bak sampah, Dasan Cermen sudah punya bank sampah. Lokasinya di samping kantor kelurahan. Sekitar 100 meter dari muka gang.

Sampah-sampah plastik dikumpulkan di sana. Saban hari warga beduyun-duyun menabung sampah ke tempat itu. ”Sekarang semua (sampah) dipungut yang penting bisa jadi uang,” kata Inaq Saebah, warga setempat.

Saebah, siang itu susah payah mengangkut kardus dan plastik ke bank sampah. Dia mengajak serta putrinya. Niatnya biar sang anak belajar memanfaatkan sampah. Meski terik matahari menyengat, mereka tetap semangat. ”Setiap hari saya kumpulin sampah plastik lalu setor ke bank,” tuturnya.

Sehari, dia kumpulkan 10-30 kilogram (kg) sampah. Dalam sebulan dia bisa mendapatkan uang Rp 500 ribu. Uang itu dia bagi-bagi bersama dua rekannya yang ikut mengumpulkan sampah. ”Lumayan untuk nambah-nambah belanja,” kata ibu rumah tangga itu.

Saebah tidak keliling memulung. Dia hanya mengumpulkan sampah plastik dari rumah dan pasar, tempatnya bekerja. ”Kalau lihat sampah plastik di pasar saya pungut,” tuturnya.

Perlahan namun pasti, keberadaan bank sampah menyadarkan warga tentang pentingnya menjaga kebersihan. Mereka dengan senang hati mengumpulkan sampah yang berserakan. ”Manfaat bank sampah ini sangat besar bagi kami,” ujar dia.

F-KBA 3
BANK SAMPAH: Inaq Saebah berjalan membawa sampah plastik dari rumahnya untuk ditabung ke bank sampah.

Selain mendatangkan uang, lingkungan bersih, kesehatan warga pun semakin membaik. ”Kalau bersih begini warga terhindar dari berbagai penyakit,” kata Vera Hendriana Devi, salah satu kader posyandu di Dasan Cermen.

Siang itu, Vera bersama rekannya Ita Handayani keliling mendata warga di Lingkungan Dasan Cermen Utara. Dari pintu ke pintu dia menanyakan jumlah anggota keluarga. ”Kami rutin perbarui data penduduk yang meninggal maupun bayi baru lahir,” ujarnya.

Aktivitas posyandu di Dasan Cermen cukup aktif. Vera hanya salah satu kader yang bekerja tanpa kenal lelah dengan insentif Rp 50 ribu per bulan. ”Sudah 10 tahun saya jadi kader,” tuturnya.

Buka Posyandu Khusus Remaja

Dulu, kata Vera, posyandu hanya menangani balita dan lansia, kini Dasan Cermen berinovasi dengan membuka posyandu remaja. ”Pelayanan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan remaja kami di sini,” terangnya.

Posyandu remaja, bagi Vera memberi tantangan tersendiri. Sebab mengumpulkan remaja tidak mudah. ”Gampang-gampang susah. Kalau ada kegiatan di sekolah mereka izin tidak datang,” tuturnya.

Meski demikian, para kader tidak menyerah. Berbagai upaya dilakukan agar remaja mau datang ke posyandu. Salah satunya dengan mengumpulkan mereka saat belajar mengaji di TPQ atau mendatangi sekolahnya. ”Remaja yang ikut posyandu bisa sampai 100 orang sekali pertemuan,” katanya.

Posyandu remaja juga melibatkan remaja setempat sebagai kader penggerak. Sebulan sekali mereka mengadakan pertemuan. Hal itu jarang dimiliki kelurahan lain. ”Padahal posyandu remaja ini sangat urgent,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan, di posyandu remaja, remaja usia 10-18 tahun diberi penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS, bahaya narkoba, minuman keras, pernikahan dini, dan lainnya. ”Ini untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas,” katanya.

Dia percaya, masa depan daerah ada di tangan generasi muda. Bila mereka tidak dijaga dengan baik, rusaklah masa depan bangsa. ”Remaja kita sangat rentan, narkoba sudah masuk ke mana-mana,” ujarnya.

Vera bersyukur program KBA masuk ke kampungnya. Sejak KBA dijalankan, kelurahan memiliki Posyandu Remaja. ”Banyak perubahan kami rasakan,” katanya.

F-KBA 4
PENATAAN: Gapura KBA terpasang di pintu masuk sebelah Pasar Ten-ten (pasar pagi) di Kelurahan Dasan Cermen.

Dia merasa, kelurahannya lebih bergairah dalam menjalankan beragam inovasi pelayanan. ”Masyarakat juga proaktif di sini,” katanya.

Termasuk kader-kader posyandu, mereka tetap semangat memberikan pelayanan. Walhasil, tahun 2018, Kelurahan Dasan Cermen mendapat juara I Kader Avicenna tingkat KBA di Bali.

Di tahun yang sama, Dasan Cermen juga juara II lomba program Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK Provinsi NTB 2018. Termasuk lomba pidato ketua Posyandu Remaja tingkat Kota Mataram tahun ini.

Tapi penghargaan bukan tujuan. Tujuan utama adalah perubahan. Masalahnya, melakukan perubahan tidak mudah. Apalagi mengubah kampung kumuh menjadi lingkungan yang asri.

Dengan gotong royo pemerintah, swasta dan masyarakat, semua memungkinkan. Dasan Cermen menjadi contoh kolaborasi itu dijalankan dengan baik. Astra membantu melalui program KBA, dari tahun 2016-2020.

Koordinator Astra Group Thomy Arga Budhi Pratomo menyebut, dana yang dialokasikan kepada KBA setiap tahun Rp 50 juta. ”Bantuan bukan dalam bentuk dana, tapi berupa kegiatan pembinaan,” jelasnya.

Kegiatan itu antara lain pembinaan pendidikan, pelayanan kesehatan, perbaikan sarana prasarana kebersihan, penataan lingkungan, sarana budidaya ikan dan penataan kandang ternak.

Dia menerangkan, KBA merupakan kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat. ”Konsep pengembangan mengintegrasikan pilar pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan,” jelasnya.

Empat pilar itulah yang menjadi fokus program KBA Dasan Cermen selama empat tahun terakhir. ”Kami punya inovasi di masing-masing pilar ini,” kata Lurah Dasan Cermen Henny Suyasih.

Tanpa Lelah Urus Sampah

Untuk pilar lingkungan, soal penanganan sampah dan kebersihan. ”Ini persoalan paling berat,” kata Henny, tersenyum kecut. Dia mengingat suka duka bertahun-tahun mengurus sampah.

Persoalan sampah menurutnya harus terus menerus dikawal. Tidak bisa dijadikan program temporer. Sebab mengubah cara pandang dan perilaku warga tidak mudah. ”Saya bersyukur waga tidak buang sampah ke kali lagi sehingga tidak kumuh,” katanya lega.

F-KBA 5
ASTRA: Sarana mata air Kelurhan Dasan Cermen yang direnovasi Grup Astra Mataram.

Guna meningkatkan kesadaran warga, kelurahan menjalankan enam program yakni, program bank sampah, beriuk mancing agar warga menjaga kebersihan kali, pengolahan sampah, pengolahan pupuk organik, pembuatan kerajinan dari sampah, dan program penghijauan.

Hasilnya, setelah program KBA masuk, kini tingkat partisipasi masyarakat menabung di bank sampah meningkat. ”Dulu sedikit sekarang banyak yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Pelaksanaan program yang konsisten membuat warga mulai tergerak membersihkan lingkungannya. Secara perlahan mereka mulai keluar dari kekumuhan.   ”Warga sebenarnya tidak terima disebut kumuh, tapi bagi saya tidak masalah, yang penting kita mau berubah,” tambahnya.

Data Program Kotaku, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Kementerian PUPR menunjukkan, luas kawasan kumuh di Kota Mataram mencapai 260,09 hektare (ha) dari 697,32 ha kawasan kumuh di NTB. Termasuk di dalamnya Kelurahan Dasan Cermen.

Dana yang dihabiskan Pemkot Mataram untuk penataan kawasan kumuh sejak 2015-2019 mencapai Rp 79 miliar lebih. Bila ditotal, enam pemda yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Kota Bima dan Kota Mataram menghabiskan Rp 275,4 miliar.

Sementara, untuk pilar kesehatan, Kelurahan Dasan Cermen fokus mengembangkan posyandu remaja. ”Selama ini hanya ada posyandu bagi balita dan lansia, padahal remaja juga butuh ruang,” kata Henny.

Dengan Posyandu Remaja banyak persoalan kesehatan remaja terungkap. Selama ini jarang diperhatikan. ”Terkadang orang tua abai memeriksa kesehatan anaknya,” kata Henny.

Isu pernikahan dini juga menjadi materi penting dalam Posyandu Remaja. ”Dulu empat sampai lima anak menikah dini di sini, sekarang sudah jarang kami dengar,” ungkapnya.

Selain Posyandu Remaja, mereka juga punya program Untaian Astra, senam jantung sehat, dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan itu rutin mereka lakukan. ”Kita mengajak warga untuk hidup sehat,” kata dia.

Henny mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait lingkungan dan kesehatan warga. ”Kita tidak bisa berhenti sampai di sini,” katanya. (bersambung/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Minyak Jaran Peresak Sakra, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Lawan Korona

PANDEMI Covid-19 membuat banyak inovasi yang dilakukan warga. Terutama untuk menjaga dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Seperti rajin berolahraga, mengkonsumsi madu alami, obat herbal, istirahat cukup, hingga berjemur dibawah matahari pagi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks