alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Bangga, NTB Mampu Buat Sepeda Listrik

MATARAM–Penggunaan sepeda kembali meningkat pamornya. Salah satu tipe yang dapat dipilih adalah sepeda listrik. Untuk urusan sepeda listrik, Lombok sudah punya produsen lokal, Le-Bui (Lombok E-Bike Builder).

”Pangsa pasar saya adalah konsumen luar negeri. Paling banyak ke Amerika. Kalau luar kota masih jarang, apalagi di Lombok,” kata Gede Sukarma Dijaya, owner Le-Bui kepada Lombok Post, kemarin (29/6/2020).

Sejak awal kemunculannya 2016 silam, produknya sudah terjual ke seluruh benua, kecuali Afrika. Salah satu ciri khas dari sepeda produksi Le-Bui adalah tenaga listrik yang powerfull dengan konsep sporty. Kapasitas baterai dan jarak tempuh juga dibuat berbeda-beda. Tergantung anggaran dan permintaan pasar. ”Minimal bisa menempuh jarak 30 kilometer dengan durasi charge dua hingga empat jam. Ada juga yang bisa menempuh hingga 150 kilometer sekali pakai. Makin besar anggarannya, makin jauh jarak tempuhnya,” jelasnya.

Ia menceritakan, gagasan membuat sepeda listrik itu berawal dari inisiatifnya memodifikasi sepeda konvensional menjadi sepeda listrik. Dibutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk memproduksi satu buah sepeda. Mulai dari design, cetak kerangka, dan pemotongan besi mengikuti bentuk lekuk dan tikungan model. Dilanjutkan pengelasan hingga pengecatan. ”Seluruhnya dibuat original atas kreatifitas sendiri, terutama di bagian design.  Kalau lihat model di internet tidak bisa ukur jarak dan dimensi sepedanya. Secara fisik mungkin bisa, tapi fungsinya tidak akan maksimal,” katanya.

Diakui, sepeda listrik produksinya terhitung mahal. Ia mematok harga mulai dari Rp 15-70 jutaan. Untuk itu, ia lebih banyak memproduksi bingkai sepedanya saja. Hal itu menjadi pertimbangan mengingat biaya produksi, juga elektrik kit, dan baterai yang didatangkan dari Jakarta sudah cukup besar. Ia pun tidak memproduksi sepedanya secara massal.

”Karena handmade kan mahal. Jadi orang jarang tertarik sehingga dibuatnya terbatas saja. Kecuali bagi mereka yang benar-benar hobi sepeda listrik,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai pengelola alat berat di kawasan Keru, Narmada, tersebut.

”Kecuali kalau sudah punya pabrik dan bisa kejar kapasitas produksi, pasti akan lebih murah,” lanjutnya.

Meski banyak yang berasumsi harga teknologi tersebut cukup mahal, namun, menurut Gede, sebenarnya sepeda listrik justru jauh lebih ekonomis. Karena sepeda listrik tidak memerlukan perawatan khusus. Berbeda dengan motor yang memiliki banyak onderdil, bensin, dan oli. Juga tidak butuh pembuatan SIM maupun STNK. Di sisi lain, sarana dan prasarana penunjang pun masih sulit dikembangkan . ”Kalau dihitung secara matematis sebenarnya sepeda listrik jauh lebih hemat. Orang yang rajin bersepeda juga lebih sehat. Kalau di luar negeri, ada subsidinya. Dibanding subsidi bensin, lebih baik disubsidi sepeda,” jelasnya.

Saat ini, dirinya sedang menyiapkan tiga unit sepeda pesanan Dinas Perindustrian. Kemudian perakitannya akan langsung dilakukan bersama peserta bimbingan teknis (bimtek) di Sains Techno Industrial Park (STIP) Banyumulek. ”Saya harap bisa menggunakan fasilitas di sana sebaik mungkin, dan saya senang nantinya makin banyak anak muda yang bisa memproduksi sepeda listrik,” jelasnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks