alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Masker Alami Tradisional Sumbawa Tembus Pasar Nasional

MATARAM – Yunita Lestari membuktikan bahwa anak muda juga bisa sukses menjadi pengusaha. Sejak 2016 lalu, ia sudah memproduksi beragam produk kecantikan. Mulai dari lotomotong, sememamaq, geloryza peel off, kunyit mentimun, gren leaf, beras sangari, rosella, dan bunga saffron. ”Semuanya masker alami khas Sumbawa. Diproduksi oleh ibu saya,” ujarnya kepada Lombok Post, kemarin (29/6/2020).

 

Berawal dari penjualan online di akun instagram @Semeloto.id, kini dirinya berhasil mendirikan pabrik sendiri dengan total enam orang pekerja. Juga 20 distributor resmi dengan lebih dari 100 orang reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. ”Sekarang Alhamdulillah sudah punya pabrik sendiri. karena kami ingin membuat produk yang sesuai standar cara pembuatan kosmetik yang benar,” katanya.

 

Ia mengatakan, cukup banyak perjuangan saat momen awal mendirikan usaha Semeloto.id. salah satunya, sarana dan prasana yang saat itu belum secanggih sekarang. ”Dulu, saya mengangkut semua barang sendirian pakai motor. Dan harus menaruh separonya di pinggir jalan untuk mengambil barang lainnya,” curhatnya.

 

Sejak 2019 lalu, produknya sudah mendapat izin BPOM. Bahan alami yang dilestarikan dari resep tradisional turn-temurun menjadi ciri khasnya. ”Sejak ada BPOM, kami punya legalitas yang lengkap dan menjadi salah satu masker beras berkualitas. Karena kalau soal produk wajah dan perawatan badan, tidak bisa pakai bahan dan pengolahan sembarangan,” katanya.

 

Korona juga membawa dampak positif bagi usahanya. Menurutnya, selama di rumah saja, para wanita banyak menghabiskan waktu untuk merawat kesehatan kulit mereka. ”Omzet saat ini mencapai hingga puluhan juta rupiah dalam sebulan,” kata wanita alumni Universitas Mataram ini.

 

Menurut Rizky Aulia Fatikiyah, seorang pelanggan tetap produk masker Semeloto, masker alami ini memang membuat kulitnya lebih bersih. ”Masker komedonya terbaik. Apalagi soal muka, saya lebih suka produk alami yang sesuai dengan kulit wajah. Sejauh ini saya paling cocok dengan produk Semeloto,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks