LombokPost-Haramain Bakery adalah bisnis roti yang dikembangkan Pondok Pesantren Nurul Haramain NW di Narmada, Lombok Barat.
Aneka roti buatan Haramain Bakery ini memiliki peminat yang cukup banyak.
”Alhamdulillah berkembang, karyawan itu sampai kewalahan menerima pesanan, kita juga jual di mart yang ada di Narmada,” ujar Rianto, humas Ponpes Nurul Haramain pada Lombok Post.
Dikatakannya, ada beberapa varian roti-roti yang diproduksi.
Pihaknya bisa membuat satu kwintal adonan roti dalam sehari untuk beragam varian.
Roti-roti dari Haramain Bakery ini bahkan kerap dipesan untuk kegiatan-kegiatan besar.
”Bakery ini jadi salah satu produk usaha andalan Haramain,” sambungnya.
Dulunya, pimpinan Yayasan Ponpes Nurul Haramain melihat potensi dari pengembangan usaha roti ini.
Hingga akhirnya Bank Indonesia menawarkan bantuan terkait kebutuhan ponpes.
”Akhirnya kami menjawab yaitu untuk produksi roti yang memang belum dikembangkan,” bebernya.
Pihak Ponpes akhirnya diberikan bantuan pendidikan mengenai pembuatan roti yang enak dan bagus agar bisa berkembang.
Sekitar tiga orang dikirim ke Jogjakarta untuk pelatihan pembuatan roti yang bagus dan enak.
Berkat itu, hingga saat ini Haramain Bakery bisa berkembang cukup pesat.
Bahkan banyak ponpes lainnya yang datang belajar pembuatan roti ke Nurul Haramain.
”Kami ajarkan. Sekarang kita terbuka, Ponpes mana yang mau belajar diberikan cuma-cuma atau gratis,” kata Rianto.
Untuk memenuhi kuota pesanan, pihaknya memberdayakan santri.
Setelah lulus, mereka bahkan dijadikan sebagai karyawan tetap.
Bahkan saat ini, Haramain Bakery sudah membuka outlet di luar ponpes. Salah satunya di Gunungsari.
”Kemudian di Unram juga ada rencana seperti itu. Jadi Insya Allah kita akan buka kemitraan seperti franchise juga nanti,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Haramain Bakery sudah memproduksi puluhan item roti dengan beragam rasa dan rupa.
Harganya bervariasi, mulai dari kisaran Rp 2.500 hingga Rp 5.000.
Ditambahkannya, melalui Haramain Bakery ini, para santri yang terlibat mendapat tambahan ilmu cara berbisnis.
Ilmu itu kelak bisa menjadi bekal mereka memulai usaha di tengah masyarakat. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida