Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengen Cobain Citarasa Bebek Yang Berbeda, Coba Lesehan 7 Sambal

Galih Mega Putra S • Rabu, 13 Maret 2024 | 15:20 WIB
MENIKMATI KULINER: Seorang pengunjung menikmati wisata kuliner di Lesehan 7 Sambal, Sayang-Sayang, Kota Mataram, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)
MENIKMATI KULINER: Seorang pengunjung menikmati wisata kuliner di Lesehan 7 Sambal, Sayang-Sayang, Kota Mataram, belum lama ini. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Potensi bisnis kuliner memang tak ada habisnya.

Salah satunya seperti bisnis lesehan di Kelurahan Sayang-Sayang Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram ini.

”Saya pencinta bebek, akhirnya saya buka Lesehan 7 Sambal. Jadi setiap orang yang datang membeli bebek utuh, atau ayam utuh mendapatkan tujuh jenis sambal,” ujar Pemilik Lesehan 7 Sambal Hendra Wijaya.

Dikatakannya, peminat kuliner bebek di Kota Mataram cukup besar.

Dalam sehari, dirinya bisa menghabiskan belasan ekor bebek untuk disajikan pada pelanggan.

Selain makan di tempat, dirinya juga melayani pembelian secara online.

”Ada juga menu bebek satu ekor utuh dengan tujuh varian sambal seharga Rp 130 ribu,” sambungnya.

Menjalani bisnis kuliner, banyak hal yang perlu diperhatikan.

Terutama menjaga citarasa agar tidak berubah.

Selain itu, pelayanan yang diberikan harus maksimal.

Baik itu dari segi penyajian makanan, fasilitas, hingga pelayanan ke konsumen.

Kata Hendra, sebelum disajikan, kuliner bebek Lesehan 7 Sambal ini dikukus selama satu jam.

Hal itu bertujuan agar tekstur daging bebek lebih empuk dan tidak alot.

Selain itu juga agar daging tidak berbau amis.

Usai dikukus, daging bebek kemudian direndam dalam kuali berisikan bumbu halus hingga meresap ke dalam dagingnya, lalu digoreng.

”Kami memasaknya tidak dipresto, tidak diungkep, tapi dikukus satu jam paling lama. Nah kenapa dia bisa lembut, itu karena dimasak dengan hati yang ikhlas,” katanya.

Setelah digoreng, daging bebek ini disajikan bersama tujuh jenis sambal dengan cita rasa dan tingkat kepedasan yang berbeda. Dari tujuh jenis sambal ini, paling disukai banyak pengunjung adalah sambal nanas.

Kemudian disusul sambal kecap, sambal terasi, sambal bawang, sambal ijo, dan sambal matah.

”Sambal favorit di sini adalah sambal nanas, karena sambal ini tidak ada di tempat lain,” bebernya.

Selain bebek goreng, pihaknya juga menyediakan menu lainnya. Seperti cumi lumpur lapindo, sop ikan pegagan, nasi goreng padang, dan banyak lagi.

Setiap pembelian menu bebek goreng kata Hendra, sudah termasuk gratis sayur kelor.

”Tak kalah enaknya nasi goreng padang itu yang banyak dipesan oleh pengunjung,” katanya.

Pemilihan lokasi lesehan yang berada di areal persawahan, membuat Lesehan 7 Sambal ini cukup banyak dipilih konsumen.

Sebab selain menikmati makanan enak, juga sambil menikmati suasana adem dari alam persawahan. Hanya butuh waktu 10 menit dari pusat Kota Mataram untuk ke lesehan ini. (fer/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#Kuliner #Mataram #bebek