Peresmian Warung Pantasia Mentaram ini dilakukan Kepala KPwBI NTB Berry Arifsyah Harahap, Wakil Walikota Mataram TGH Mujiburrahman, dan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H Wirajaya Kusuma.
Melalui kehadiran Warung Pantasi Mentaram ini, pemerintah daerah bersama stakeholder terkait menegaskan bahwa stok pasokan pangan ada dan aman.
Sehingga masyarakat tidak perlu lagi melakukan pembelian karena panik atau panic buying, apalagi untuk ditimbun.
“Seperti kita lihat beras di sini banyak, ada yang premium dan medium. Kemudian minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai, hingga telur, ini komoditas yang harganya sering bergejolak,” jelas Berry.
Dikatakannya, ke depan pihaknya bersama koperasi, Pemprov NTB dan pemkab/pemkot lainnya akan membuat warung serupa di pasar-pasar tradisional.
Tujuan akhir dari Warung Pantasi Mentaram ini untuk mengurangi rantai niaga. Sehingga baik produsen maupun konsumen akan sama-sama mendapatkan keuntungan.
“Jadi dapat harga yang pasti lebih baik, karena kita memotong rantai tata niaga, jadi harga tentunya lebih baik dan bagus, serta akan meningkatkan kesejahteraan,” terangnya.
Untuk pasokan harian warung ini, Berry mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan klaster binaan BI NTB.
Mereka nantinya yang akan masuk secara regular sesuai jumlah kebutuhan.
“Ini adalah salah satu outlet klaster kita,” ujar Wakil Ketua TPID NTB ini.
Selain itu, Warung Pantasi Mentaram ini bekerja sama dengan Bulog NTB untuk pasokan beras medium, minyak goreng, dan gula pasir.
Sedangkan untuk beras premium, dipasok oleh binaan koperasi.
“Mereka punya mesin sehingga bisa di giling sendiri dalam rangka memotong tata niaga dalam rangka memberikan harga yang kompetitif,” tuturnya.
Untuk pembelian pangan di Warung Pantasi Mentaram, Berry mengaku tidak ada pembatasan.
Meski begitu, pihaknya tetap berhati-hati agar pembelian di warung ini tidak mengganggu ketersediaan barang.
“Jadi kita mengharapkan pembelian di sini lebih banyak ritel yah, tetapi nanti dengan kemampuan koperasi bisa menghasilkan produksi beras lebih tinggi, jadi tidak masalah,” jelasnya.
Ditambahkannya, pihaknya bersama TPID NTB juga mengembangkan pupuk organik, digital farming, dan praktek pertanian yang memiliki produktivitas yang tinggi dari sisi suplai.
Sehingga ini bisa menjamin harganya akan menguntungkan petani dan konsumen.
Sementara itu, Wakil Walikota Mataram TGH Mujiburrahman mengatakan, peresmian warung ini untuk memantau dan memonitor ketersediaan stok dan juga keterjangkauan harga.
“Ini bagian dari upaya kehadiran pemerintah secara keseluruhan untuk membantu mengendalikan inflasi dan kenaikan harga, agar bisa dijangkau oleh masyarakat,” tuturnya.
Dikatakannya, Warung Pantasi Mentaram ini akan menjadi mitra seluruh warga yang berpartisipasi dalam perekonomian di Pasar Kebon Roek.
Inflasi di Mataram, kata dia disebabkan oleh kelompok makanan dan minuman.
Tim inflasi daerah telah melakukan banyak kegiatan secara rutin supaya stok pangan tetap tersedia, dengan harga terjangkau.
Selain itu, memastikan distribusi berjalan dengan lancar, dan komunikasi lebih diefektif kan. Artinya, bagaimana perkembangan harga akan terus disampaikan melalui komunikasi yang intensif kepada masyarakat.
Sehingga tidak terjadi kepanikan dalam berbelanja.
“Bahwa kita Pemkot Mataram, Pemprov NTB bekerjasama dengan BI dan Bulog akan hadir untuk berupaya menjamin ketersediaan stok ini,” pungkasnya. (fer)
Editor : Kimda Farida