Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Permen Sehat dari Madu Trigona Asli Lombok Utara, Mau?

nur cahaya • Rabu, 12 Maret 2025 | 12:46 WIB

 

PERMEN SEHAT: Pemilik usaha brand Emmutz Lalu Masni menunjukkan permen madu trigona miliknya.
PERMEN SEHAT: Pemilik usaha brand Emmutz Lalu Masni menunjukkan permen madu trigona miliknya.
 

 

LombokPost-Menikmati madu, khususnya madu trigona tidak lagi harus dengan cara dikonsumsi langsung atau dicampurkan dalam minuman. Kini ada cara baru yang unik untuk menikmati madu yang kaya khasiat ini. Namanya permen madu, produk kesehatan dengan merek Emmutz asal Lombok Utara.

Pemilik usaha brand Emmutz Lalu Masni mengatakan, dirinya melirik produk madu lantaran potensinya yang melimpah. Di setiap kecamatan di Lombok Utara terdapat budidaya madu trigona. Di samping itu, persaingan penjualannya juga cukup ketat dengan harga yang bervariasi.

“Akhirnya saya punya ide membuat madu ini menjadi permen,” ujarnya.

Madu trigona Lombok Utara cukup terkenal hingga ke luar daerah. Hampir 60 persen peternak madu trigona memintanya memasarkan madu mereka. Bahkan sampai sekarang, banyak peternak madu yang menjual stup beserta koloninya ke luar Lombok Utara.

“Akhirnya persaingan madu ini tidak hanya di Lombok Utara tapi seluruh daerah NTB jadinya sudah mulai juga budidaya trigona,” sambungnya.

Ketatnya persaingan bisnis membuat sekitar 3 ton madu trigona dalam kurun waktu 3-4 bulan tidak bisa dipasarkan. Akhirnya Masni memutuskan menceritakan hal itu pada kenalannya dari Poltekkes Unram.

“Kebetulan dia datang ke rumah, saya sudah punya inisiatif dan ide tapi belum punya ilmunya karena saya bukan orang lab,” bebernya.

Dari kenalannya tersebut, Masni kemudian belajar mengolah madu menjadi permen. Dalam waktu 3-4 bulan, dirinya aktif mengirim sampel ke Jakarta untuk di uji kandungannya. Pada proses ini, dirinya sempat gagal beberapa kali dengan total kerugian hampir di atas Rp 2-3 juta.

Hingga akhirnya, dirinya mendapatkan telepon dari Jakarta. Hasil uji lab menyatakan kandungan dalam madu tidak berubah meski diubah menjadi permen. Hal ini tentu menjadi angina segar bagi dirinya.

“Madu ini kan vitamin C-nya tinggi, sayang kalau kita ubah kandungnya. Tapi Alhamdulillah begitu ditelpon paginya itu, saya langsung demo cara buatnya, kemudian praktek di rumah, 20 orang saya undang untuk demo cara buat permen madu itu,” terangnya.

Masni kemudian membuat produk pertamanya, dengan kemasan yang sederhana. Dalam hitungan hari, dirinya bisa menjual 1.000 lebih permen. Melihat antusiasme pembeli, dirinya kemudian melakukan upgrade kemasan yang lebih bagus.

Permen buatannya ini menjadi produk kesehatan yang diberi nama Emmutz. Bahkan, permen ini masuk menjadi bagian dari program penanganan stunting di Dinas Kesehatan Lombok Utara. Dinas Kesehatan Lombok Utara menggunakan 2.679 pack permen madu ini untuk ibu hamil dan balita kurang nafsu makan.

“Ini tetap berjalan dan sudah bermitra dengan Poltekkes, kampus kebidanan, kampus keperawatan, Stikes Yarsi dan Unram selama 5 tahun,”jelasnya.

Tidak hanya dikenal skala lokal, permen madu Emmutz ini bahkan sudah menjadi oleh-oleh wisatawan Hongkong dan Jepang. Bahkan dibawa sebagai penambah gizi untuk jamaah umroh lewat travel agent di Mataram.

“Kalau keluar daerah banyak, Malang, Probolinggo, Denpasar dan lainnya,” kata Masni.

Untuk membuat permen, Masni menghabiskan 10-15 liter sekali produksi. Harga jualnya mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 55 ribu. Untuk harga Rp 30 ribu, isinya 22 biji per pack, dan harga Rp 55 ribu isinya 50biji per pack.

“Manfaatnya cukup banyak, hasil testimoni konsumen sampai saat ini dapat menambah nafsu makan pada anak minimal usia 2 tahun, dan nafsu makan untuk ibu hamil. Dikonsumsi maksimal 4 biji per hari,” tandasnya. (fer/r6)

Editor : Pujo Nugroho
#makan #pembeli #penanganan #Dipasarkan #madu #trigona #nafsu makan #permen #Demo #kampus #Maksimal