Lombok Post-Sirkuit Internasional Mandalika yang menjadi ikon kawasan The Mandalika, kembali mencatat sejarah melalui suksesnya penyelenggaraan ajang balap mobil internasional GT World Challenge Asia 2025 pada 9-11 Mei lalu.
Ajang balap roda empat internasional pertama di Indonesia ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia motorsport tanah air, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian lokal dan sektor pariwisata di Lombok, NTB.
Direktur Utama InJourney Holding Maya Watono mengatakan, aksi memukau dari 68 pembalap internasional yang berlaga dengan 34 mobil supercar dari 21 negara, berhasil menarik perhatian ribuan penonton untuk menyaksikan langsung jalannya balapan di Sirkuit Mandalika.
“Antusiasme penonton yang membeli tiket tidak hanya datang dari masyarakat lokal di wilayah NTB, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia, dan mancanegara. Selama tiga hari penyelenggaraan, Mandalika Grand Prix of Association (MGPA) mencatat jumlah penonton mencapai lebih dari 9.000 orang,” ungkapnya pada wartawan, Jumat (16/5).
Kehadiran tim balap serta ribuan penonton pada ajang GT World Challenge Asia 2025, kata Maya sapaannya, turut mendorong peningkatan signifikan pada tingkat okupansi hotel dan berbagai jenis akomodasi di wilayah Lombok Tengah (Loteng).
Di mana sebanyak 34 tim balap internasional, yang datang bersama kru teknis, mekanik, dan ofisial, termasuk dari pihak penyelenggara SRO Motorsport Group, membawa ratusan orang ke The Mandalika.
“Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator utama yang menunjukkan dampak langsung event ini terhadap sektor akomodasi dan pariwisata lokal,” ucap Maya.
Keberhasilan ajang balap roda empat internasional pertama ini, lanjutnya, tentu saja dapat terealisasi karena dukungan dan kolaborasi oleh seluruh pihak. Sehingga dirinya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholders dan masyarakat yang telah bersama menyukseskan event GT World Challenge Asia 2025.
Event ini tentu menjadi kesempatan yang luar biasa bagi Indonesia di kancah internasional sekaligus memperkuat kawasan The Mandalika menjadi destinasi pariwisata sports and entertainment yang membawa dampak besar bagi perekonomian nasional.
Dari sisi ketenagakerjaan, kata Maya, lebih dari 500 tenaga lokal dari NTB turut dilibatkan sebagai bagian dari operasional dan teknis acara.
Mereka bertugas di berbagai divisi, antara lain Volunteer & Support Crew, Marshal & Logistic Marshal, Cleaning Service & Waste Management, Crowd Control & Usher, Media Center, Helpdesk, Runner, Registrasi & Komersial, dan Medical Support & Merchandise.
Sebelum bertugas, para tenaga kerja ini telah melalui pelatihan intensif yang diselenggarakan MGPA untuk memastikan kesiapan mereka mendukung penyelenggaraan motorsport kelas dunia.
Dia ingin keberadaan Sirkuit Mandalika dapat membawa dampak ganda, mulai dari exposure internasional, peningkatan wisatawan, penguatan UMKM, hingga dapat menciptakan lapangan kerja.
Momentum GT World Challenge Asia 2025 juga dimanfaatkan dengan baik melalui penandatanganan Land Utilization Development Agreement (LUDA) dengan Absolute Racing, investor asal Singapura, untuk pengembangan proyek Common Luxury Garage & Workshop di kawasan sirkuit.
“Ini adalah sinyal positif bahwa The Mandalika telah berada di radar investor asing, khususnya yang bergerak di industri motorsport, pariwisata, dan fasilitas pendukung kawasan,” sambung Direktur Komersial ITDC Troy Reza Warokka.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengungkapkan, kehadiran GT World Challenge Asia 2025 menjadi bukti nyata dari keseriusan MGPA dalam membangun positioning Sirkuit Mandalika sebagai destinasi motorsport unggulan.
“Segala persiapan kami lakukan sejak tahun lalu, mulai dari kesiapan sirkuit, peningkatan fasilitas pendukung sirkuit, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia,” jelas Andhi akrab disapa.
Menyoal peningkatan tingkat hunian hotel, lonjakan jumlah kunjungan wisatawan, hingga menggeliatnya sektor kuliner, dan UMKM di sekitar kawasan The Mandalika, menjadi indikator yang jelas dari multiplier effect yang dihasilkan.
“Antusias penonton sangat tinggi, kami juga integrasikan balap dengan hiburan lokal melalui penyelenggaraan Mandalika Festival of Speed (MFoS), yang melibatkan pembalap-pembalap lokal. ini menjadi magnet tambahan yang berhasil menarik minat masyarakat,” tutup dia. (ewi/R6)
Editor : Kimda Farida