Hal itu dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan dan menjamin kualitas beras di pasaran.
Tim Bulog NTB secara aktif melakukan monitoring langsung ke berbagai pasar tradisional dan titik-titik penjualan.
Pimwil Bulog NTB Sri Muniati menegaskan komitmen pihaknya untuk terjun ke lapangan.
Tujuannya, memastikan beras SPHP yang dijual kepada masyarakat sesuai dengan standar mutu dan harga yang ditetapkan pemerintah.
“Kami dari Bulog NTB aktif melakukan monitoring ke pasar-pasar untuk memastikan beras SPHP yang dijual telah memenuhi standar kualitas dan dipasarkan dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” jelasnya.
Pengawasan rutin ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sekaligus menekan potensi penyimpangan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Terlebih, di tengah tantangan cuaca ekstrem dan ketidakpastian pasokan.
“Kehadiran beras SPHP sangat krusial dalam menjaga kestabilan harga di pasar,” ujarnya.
Beras SPHP dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah, Rp12.500 per kilogram.
Ditegaskannya, setiap titik penjualan yang terpantau menjual di atas harga tersebut akan diberikan teguran, bahkan sanksi jika melakukan pelanggaran berulang.
“Kualitas beras SPHP yang disalurkan ke pasar terus kami jaga. Begitu juga dengan HET-nya, harus tetap dipatuhi oleh para pedagang,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan pengawasan, Bulog NTB menjalin sinergi dengan Dinas Perdagangan NTB, pemerintah kabupaten/kota, serta aparat terkait.
Tim gabungan secara rutin menyisir pasar, agen, hingga toko pengecer.
Hal itu demi memastikan harga tetap terkendali dan kualitas produk terjaga.
Lebih dari sekadar pengawasan, langkah ini bertujuan membangun kepercayaan masyarakat terhadap program SPHP.
Program yang digulirkan pemerintah melalui Bulog.
“Kami ingin pastikan masyarakat menerima beras SPHP dengan mutu baik dan harga terjangkau. Itu kunci utamanya,” lanjut Sri.
Mengantisipasi lonjakan permintaan beras yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun dan musim paceklik, Bulog NTB juga telah menyiapkan stok beras yang mencukupi.
Distribusi akan terus diintensifkan agar pasokan tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan.
“Dengan stok yang tersedia dan pengawasan yang berjalan baik, kami optimis program SPHP dapat terus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida