Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Emas Meroket, Bisnis Emas BSI Melesat 88 Persen

Redaksi Lombok Post • Sabtu, 27 September 2025 | 03:00 WIB

NAIK HARGA: Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta. Harga emas Antam (ANTM) naik menjadi Rp 2 jutaan.
NAIK HARGA: Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (Antam) di kantor pusat Jalan TB. Simatupang, Jakarta. Harga emas Antam (ANTM) naik menjadi Rp 2 jutaan.
LombokPost -- Harga logam mulia terus melonjak signifikan, sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap aset safe haven tersebut. Hingga Jumat (26/9), harga emas produksi PT Antam telah menyentuh Rp 2.175.000 per gram.

Kenaikan ini didorong oleh tren harga emas yang terus naik.

"Saat ini instrumen emas memang digandrungi masyarakat, karena sifatnya yang intrinsik dan memiliki tren yang terus naik dengan lonjakan harga yang meningkat 100 persen dalam 3 tahun terakhir,” kata Direktur Sales and Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Anton Sukarna, di Jakarta kemarin (26/9).

Lonjakan harga emas ini berdampak positif terhadap kinerja BSI. Bisnis emas bank syariah tersebut melesat 88,25 persen year on year (YoY) pada kuartal II 2025, mencapai nilai Rp 16,88 triliun.

Angka ini terdiri dari produk Cicil Emas yang tumbuh 155,41 persen YoY (Rp 9,09 triliun) dan Gadai Emas yang naik 44,08 persen YoY (Rp 7,79 triliun).

Melesatnya pembiayaan emas juga turut mendongkrak pembiayaan konsumer BSI secara keseluruhan sebesar 16,20 persen YoY, dengan outstanding mencapai Rp 162,19 triliun.

Anton Sukarna menambahkan, investasi emas terbukti aman dan mudah, serta memberikan imbal hasil yang tinggi bagi nasabah.

"Artinya, membuktikan bahwa investasi emas secara umum aman dan mudah. Memberikan investasi yang tinggi kepada nasabah. Untuk itu, BSI terus mengedukasi masyarakat memiliki emas tanpa memberatkan tiap bulan sesuai cashflow pendapatan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa peningkatan bisnis berbasis emas telah mendongkrak pendapatan margin perseroan sebesar 16,61 persen YoY, menjadi Rp 14,09 triliun. Pendapatan berbasis fee juga naik 18,37 persen secara tahunan, mencapai Rp 2,94 triliun.

Dengan total tabungan emas masyarakat yang kini menyentuh 1 ton, BSI optimistis menyambut akhir tahun. "Memasuki akhir tahun ini, kami akan melanjutkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang sustain dan sehat, transformasi digital berkelanjutan agar makin cepat, efisien, dan inklusif," ungkap Ade.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Gadai Emas #cicil emas #BSI #harga emas