Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jelang Ramadan, TPID NTB Berjuang Kendalikan Harga  

Geumerie Ayu • Jumat, 13 Februari 2026 | 10:18 WIB

 

PENGENDALIAN HARGA: Kepala BI NTB, Hario K Pamungkas (kanan) dan Plt Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal dalam Rakor pengendalian harga jelang Ramadan 1447 H, Kamis (12/2).
PENGENDALIAN HARGA: Kepala BI NTB, Hario K Pamungkas (kanan) dan Plt Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal dalam Rakor pengendalian harga jelang Ramadan 1447 H, Kamis (12/2).
LombokPost – NTB  berjuang mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan yang sudah di depan mata.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB memperkuat sinergi lintas sektor untuk memastikan harga komoditas pangan tetap terjangkau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi NTB per Januari 2026 adalah 3,86 persen (yoy). Angka ini berada di atas rata-rata nasional 3,55 persen.

Secara spasial, Kota Bima mencatatkan inflasi tertinggi 4,82 persen. Sementara Kota Mataram menjadi yang terendah dengan inflasi 3,69 persen, bahkan mengalami deflasi bulanan tipis sebesar minus 0,21 persen.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, periode Ramadan dan Idulfitri secara historis selalu dibarengi dengan kenaikan permintaan yang memicu tekanan harga.

Ia menginstruksikan seluruh TPID kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan, mulai dari pengamanan pasokan hingga kelancaran distribusi.

"Kuncinya adalah kolaborasi. Saya minta produsen dan distributor mengutamakan kebutuhan masyarakat lokal terlebih dahulu sebelum mengirim komoditas ke luar daerah. Kita harus pastikan harga tetap ramah di kantong masyarakat," tegas Iqbal.

Gubernur juga meminta jajarannya aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar. Kepada masyarakat, ia mengimbau agar menerapkan budaya belanja bijak.

"Jangan panic buying atau menimbun. Belanjalah sesuai kebutuhan," tambahnya.

Di sisi teknis, Plt Sekretaris Daerah NTB Lalu Moh Faozal menyoroti pentingnya penguatan sentra produksi di Pulau Lombok dan Sumbawa.

Rantai pasok harus dipastikan mengalir lancar tanpa ada penumpukan. Terutama untuk komoditas yang mudah rusak, mengingat keterbatasan fasilitas cold storage.

Baca Juga: Bansos BPNT Rp 600 Ribu Cair Merata di Wilayah Ini, Ada Tambahan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario K Pamungkas memaparkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga minggu pertama Februari 2026.

Meski harga beras dan gula pasir relatif stabil, sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan.

"Harga cabai rawit, bawang putih, telur, dan daging sapi mulai merangkak naik. Namun, kabar baiknya harga bawang merah justru menurun seiring masuknya masa panen di Kabupaten Bima," urai Hario.

Sebagai strategi jangka pendek, TPID NTB akan menjalankan GPM berbasis prinsip 3T (Tepat sasaran, Tepat waktu, dan Tepat harga).

Editor : Kimda Farida
#TPID NTB #ramadan #sinergi lintas sektor #lonjakan harga #harga stabil #stok pangan aman