Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Cabai Rawit Meroket, Lombok Astoria Siasati Pengeluaran dengan Eco Green

Geumerie Ayu • Jumat, 27 Februari 2026 | 12:41 WIB

General Manager (GM) Lombok Astoria Hotel Fadjri D Roesman
General Manager (GM) Lombok Astoria Hotel Fadjri D Roesman
LombokPost – Lonjakan harga cabai yang kian tak terkendali di sejumlah pasar tradisional berdampak signifikan terhadap hotel-hotel di Kota Mataram.

Hal tersebut tentu saja membuat pengeluaran operasional untuk restoran ikut melonjak.

General Manager (GM) Lombok Astoria Hotel Fadjri D Roesman mengatakan, pengaruh kenaikan harga cabai yang sempat menyentuh Rp 200 ribu per kilogram ini sangat terasa.

Namun alih-alih mengeluh, pihaknya sudah melakukan antisipasi. Hotel Lombok Astoria, menyulap lahan kosong di belakang menjadi kebun hortikultura mandiri.

Fadjri menjelaskan, langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan hotel terhadap fluktuasi harga yang sering kali mencekik biaya operasional.

Terbukti, inisiatif menanam cabai sendiri ini cukup ampuh mengurangi beban belanja harian.

"Kalau main ke belakang, kami punya pohon cabai yang jumlahnya lumayan banyak. Setidaknya, belanja kami jadi berkurang dengan adanya produksi cabai sendiri," ujar Fadjri.

Fadjri mengakui, hasil kebun tersebut belum sepenuhnya mampu menutup seluruh kebutuhan dapur hotel yang sangat besar. Namun dampaknya sudah sangat terasa di neraca keuangan.

Program kebun mandiri ini berhasil memotong volume pembelian cabai di pasar secara signifikan.

"Untuk kebutuhan hotel secara total memang masih kurang, tapi setidaknya volume belanja berkurang jauh. Jika biasanya kita harus beli 20 kilogram, sekarang mungkin cukup beli 10 kilogram saja. Sangat berpengaruh," jelasnya.

Efektivitas program ini membuat manajemen semakin bersemangat untuk memperluas area tanam.

Fadjri menyebutkan, saat ini pihaknya tengah menggalakkan gerakan menanam cabai secara masif di area hotel agar ketergantungan pada pemasok luar terus berkurang.

Baca Juga: Keajaiban Air Terjun Kalianjah, Pesona Air Putih Susu di Jantung Hutan Bayan Lombok Utara

Tak berhenti di komoditas cabai, Lombok Astoria juga tengah melakukan uji coba sistem pertanian hidroponik untuk berbagai jenis sayuran lainnya.

"Di sistem hidroponik, kita akan tanam sawi hingga selada. Sekarang masih tahap percobaan di lahan bagian bawah," sambungnya.

Jika proyek percontohan ini sukses, ia berencana mentransformasikan sisa lahan luas yang dimiliki hotel menjadi area agriculture berbasis hidroponik yang lebih profesional.

Strategi ini bukan sekadar urusan efisiensi biaya, melainkan bagian dari visi besar Lombok Astoria.

Langkah ini menjadi jembatan bagi Lombok Astoria untuk bertransformasi menjadi hotel yang eco-green dan peduli lingkungan.

Melalui produksi bahan baku masakan sendiri secara organik, hotel tidak hanya mendapatkan bahan yang lebih segar. Tapi juga mengurangi jejak karbon dari rantai distribusi logistik.

"Kami punya lahan yang cukup luas di belakang, jadi kami manfaatkan. Ini adalah cara kami bertransformasi menjadi hotel yang peduli dengan lingkungan sekaligus menjaga kualitas bahan pangan untuk tamu," tandasnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, perlu intervensi pasar terkait harga cabai ini.

“Kita mendorong para champion (petani pengumpul, Red) di beberapa daerah untuk bisa mengeluarkan barangnya supaya agar harga bisa turun,” ujarnya.

Dijelaskannya, faktor cuaca menjadi penyebab utama terbatasnya pasokan cabai rawit saat ini. Sementara di satu sisi, permintaan mengalami lonjakan yang tinggi.

Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan membuat harga sulit turun secara alami.

“Pilihan kami adalah mendatangkan cabai dari luar daerah dalam waktu dekat. Kami sedang mempertimbangkan daerah asal yang paling murah dengan biaya angkut yang paling rendah agar efektif menekan harga,” pungkasnya.

Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Wajib Nonton Dracin My Page in the 90s

Editor : Kimda Farida
#Cabai Rawit #Hotel Mataram #Eco Green #lonjakan harga #Lombok Astoria