Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Duta Literasi Perbankan Disebar Hingga Pelosok NTB  

Geumerie Ayu • Kamis, 26 Maret 2026 | 23:05 WIB

 

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo.
Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo.

LombokPost – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mengambil langkah agresif untuk membendung penipuan daring (online).

Berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), sejumlah perbankan resmi ditunjuk sebagai Duta Literasi di setiap kabupaten/kota NTB.

Langkah ini diambil menyusul data mencengangkan terkait penipuan keuangan di NTB. Total kerugian masyarakat NTB akibat penipuan investasi dan transaksi digital telah menembus angka Rp 46 miliar dari 3.046 kasus yang dilaporkan.

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo menegaskan, edukasi hingga ke pelosok daerah adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang kebal terhadap rayuan penipu.

Para Duta Literasi yang ditunjuk memiliki mandat khusus memberikan pemahaman mendalam mengenai verifikasi kontak resmi dan logika harga yang wajar.

Di Kota Mataram, Duta Literasi yang ditunjuk merupakan gabungan perbankan.

Di Lombok Utara dan Lombok tengah, Bank Syariah Indonesia (BSI) ditunjuk menjadi Duta Literasi. Sedangkan di Lombok Timur dan Dompu ditunjuk PNM.

Di Lombok Barat ditunjuk Bank Panin, Sumbawa Barat ditunjuk Bank BSK, Sumbawa ditunjuk Bank NTB Syariah, Kabupaten Bima ditunjuk Bank BRI, dan Kota Bima ditunjuk Bank Mandiri.

Rudi Sulistyo mengungkapkan, tren penipuan di NTB kini makin canggih dengan memanfaatkan momentum musiman.

Salah satu yang paling marak belum lama ini adalah modus fake call paket buka puasa bersama (iftar) di hotel.

"Pelaku menyebarkan daftar harga (price list) palsu yang mencatut nama hotel ternama. Konsumen melakukan transfer penuh, namun saat tiba di hotel, ternyata tidak ada reservasi, layanannya fiktif," jelas Rudi.

Modus lain yang tak kalah berbahaya adalah manipulasi profil bisnis di Google Maps. Penipu secara ilegal mengganti nomor kontak resmi hotel atau resto dengan nomor pribadi mereka.

Akibatnya, konsumen yang berniat memesan justru terhubung langsung dengan pelaku. Data statistik menunjukkan anomali yang mengkhawatirkan di Lombok Timur.

Meski jumlah laporan hanya 492 kasus, lebih sedikit dari Kota Mataram,  total kerugian di Lombok Timur justru menjadi yang tertinggi, Rp 14,3 miliar.

Sebagai perbandingan, Kota Mataram mencatat kerugian Rp 10,3 miliar.

"Ini mengindikasikan bahwa rata-rata nilai kerugian per korban di Lombok Timur jauh lebih besar dibandingkan wilayah lainnya," tambah Rudi.

Upaya pencegahan terus digenjot. Sepanjang tahun 2025, FKIJK telah melaksanakan 74 kali kegiatan edukasi di 10 kabupaten/kota dengan menjangkau 17.421 peserta.

Kehadiran Duta Literasi di tahun 2026 diharapkan dapat memperluas jangkauan ini hingga ke tingkat desa.

Masyarakat NTB pun dihimbau untuk selalu menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum melakukan transaksi keuangan.

"Jangan mudah tergiur harga murah yang tidak masuk akal, dan pastikan selalu memverifikasi ulang melalui saluran resmi penyedia jasa," tutupnya.

Editor : Marthadi
#Literasi Keuangan #fkijk #penipuan daring #perbankan #Mataram #OJK NTB #Lombok Timur