alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Mengunjungi Festival Budaya Souk Okaz di Taif

Sastra menjadi bagian dari kebudayaan kuno Arab. Jauh sebelum Islam datang. Pasar (souk) Okaz di Taif menjadi ajang para penyair unjuk kebolehan. Pemerintah Arab Saudi berupaya menghidupkan suasana pasar yang diperkirakan aktif sejak lima abad sebelum Masehi itu.

HILMI SETIAWAN, Taif, Jawa Pos

===========================

VENUE penyelenggaraan Festival Souk Okaz terlihat begitu mencolok saat matahari tenggelam Selasa lalu (27/8). Ibarat sebuah permata yang berkilauan dan memendarkan sinar ke berbagai arah. Permainan efek lampu sorot yang berwarna-warni kontras dengan lingkungan sekitar yang berupa hamparan tanah berpasir dan berbatu tanpa bangunan satu pun. Dari pusat Kota Taif, Souk Okaz berjarak sekitar 44 km.

Gapura sebuah benteng yang tinggi menjulang menjadi titik masuk. Tahun ini Festival Souk Okaz digelar sepanjang Agustus. Untuk bisa menikmati festival tahunan itu, tiket dijual mulai 10 riyal (setara Rp 39 ribu). Loket baru dibuka pukul 17.00 waktu setempat. Pergelaran berlangsung hingga pukul 24.00.

Sebelum loket dibuka, ratusan pengunjung sudah antre mengular. Antusiasme warga Arab begitu luar biasa. Penyelenggaraan festival itu merupakan bagian dari promosi wisata Taif yang bertajuk Taif Season. Namun, karena lokasinya cukup jauh dari Makkah, sekitar 180 km, tidak ada jamaah haji Indonesia yang berkunjung ke lokasi tersebut.

Tujuh model yang berperan sebagai penyair legendaris Arab menyambut pengunjung melalui tujuh unit layar lebar. Masing-masing memerankan Umru Al Qais, Tarafah bin Abid, Harits bin Hillizah, Amru bin Kultsum, Zuhair bin Abu Sulma, Antarah bin Syaddad, dan Labid bin Rabiah. Tujuh orang yang sangat berperan dalam peradaban sastra Arab itu juga dikenal sebagai The Mu’allaqat.

Karya sastra mereka pernah diabadikan dan digantung di Kakbah setelah melewati penjurian yang ketat pada abad ke-5 Masehi. Masa ketika Islam belum lahir. Cerita syair puisi atau karya sastra tujuh orang itu beragam. Mulai gejolak perang kabilah atau suku, perasaan ditolak kekasih, sampai ratapan yang memilukan sebagai orang buangan.

Dari tiap layar, para model itu membacakan puisi-puisi karya penyair yang mereka perankan. Aura Souk Okaz sebagai pusat perniagaan saat itu langsung terasa. Banyak pertunjukan yang bisa dinikmati. Di antaranya, stage khusus pertunjukan penunggang kuda. Pengunjung bisa menyaksikan akrobatik penunggang kuda yang melaju kencang. Tak semua penunggang laki-laki. Ada juga penunggang kuda perempuan yang tidak kalah gesit.

Kemudian, di bagian tengah kompleks festival ada panggung utama yang berkapasitas 5.000 penonton. Tempat itu dibagi menjadi tiga area. Bagian pertama digunakan untuk pertunjukan ketangkasan berkuda. Para penunggang kuda mengenakan pakaian khas Arab kuno. Salah satu atraksi memperlihatkan ketangkasan menombak papan kardus yang dibakar sambil menunggang kuda dalam kecepatan tinggi.

Bagian kedua digunakan untuk parade unta. Belasan unta berjalan mengitari lintasan. Parade unta tersebut bertujuan menghadirkan kesan Souk Okaz pada masa lalu. Saat itu saudara, petinggi kerajaan, dan pihak-pihak lain berdatangan dari seluruh penjuru jazirah Arab dengan menggunakan unta.

Lalu, bagian ketiga adalah tempat untuk pertunjukan teatrikal. Pertunjukan mengisahkan sejarah Arab kuno. Dihadirkan Souk Okaz yang pada masa itu bukan sekadar tempat jual beli biasa. Tetapi juga ajang pamer dan diplomasi antarsuku. Baik pamer kemampuan sastra, kekuatan militer, maupun kekayaan.

Tempat itu dilengkapi dengan lapak-lapak yang menjual barang khas dari seluruh penjuru Arab Saudi. Desain tempat tersebut unik, menyerupai benteng berwarna cokelat. Di antara barang yang dijual, ada lukisan dan kaligrafi dari kulit kambing. Ada pula kaligrafi di pelepah kurma. Pengunjung juga bisa melihat penjual tasbih yang sekaligus menunjukkan cara pembuatannya.

Dengan masuk ke lokasi penjualan barang-barang khas itu, pengunjung seperti tersedot ke masa lampau. Di antara lapak, ada rombongan unta yang lewat. Di punuk unta tersebut, terdapat perkakas yang diikat rapat. Juga ada orang-orang berbadan gempal yang memakai seragam prajurit masa lampau. Mereka berkeliling sambil membawa pedang dan tameng.

Semakin masuk ke bagian dalam lokasi festival, suasana kian meriah. Khususnya di paviliun negara-negara Arab. Total, ada sebelas negara yang bergabung dalam festival itu. Antara lain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Iraq. Juga Mesir, Jordania, Lebanon, Maroko, Tunisia, dan tentu saja tuan rumah Arab Saudi. Di setiap paviliun itu, disajikan kreasi tiap-tiap negara. Mulai makanan, cenderamata, replika bangunan, hingga panggung pertunjukan.

Ahli Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Oman Fathurrahman ikut mengunjungi Festival Souk Okaz. Dia terkesan saat mengunjungi ruang pameran manuskrip kuno. Sesuai dengan bidang keahlian pria yang juga menjadi staf ahli menteri agama itu. ”Dalam sejarah bangsa Arab, Pasar Okaz yang terbesar,” jelasnya.

Oman menceritakan, pasar itu menjadi titik berkumpulnya bangsa-bangsa Arab pada masa pra-Islam. Dia mengungkapkan, tidak ada catatan pasti kapan Pasar Okaz mulai aktif. Namun, ada sumber literatur yang menyebutkan bahwa pasar tersebut aktif sejak 500 tahun sebelum Masehi.

Menurut Oman, karya The Mu’allaqat mendapatkan perhatian khusus. Syair-syair itu kemudian ditulis dengan tinta emas dan digantungkan di Kakbah. Dia mengatakan, suasana di dalam Festival Souk Okaz benar-benar sesuai dengan tagline-nya. Yakni, Multaqa Al Arab yang berarti tempat bertemunya orang-orang Arab.

Dia menjelaskan, di masa lalu Pasar Okaz beroperasi pada bulan Dzulqadah, tepatnya tanggal 15 sampai 30 setiap tahun. Pasar Okaz pada masa pra-Islam juga menjadi titik kumpul sebelum orang-orang berhaji. Penduduk Makkah juga membeli aneka barang di Pasar Okaz untuk kemudian dijual lagi di sekitar Kakbah saat musim haji. ”Pasar Okaz juga berlanjut pada masa Islam,” katanya.

Oman menjelaskan, Pasar Okaz juga dijadikan Rasulullah sebagai tempat berdakwah Islam. Pada masa kontemporer saat ini, pemerintah Arab Saudi berupaya menghidupkan lagi kejayaan Pasar Okaz melalui festival yang megah. Digelarnya Festival Souk Okaz juga sesuai dengan semangat Kota Taif yang ingin menjadi kota pariwisata di Arab Saudi.

Oman mengatakan, pemerintah Arab Saudi menghidupkan lagi Pasar Okaz pada 2006. Dengan demikian, festival tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-13.

Dia begitu antusias saat mengunjungi paviliun Oman. ”Seperti nama saya, Oman,” katanya, lantas tertawa.

Dia menjelaskan, sebutan jahiliah kepada orang-orang Arab sebelum Islam bukan bermakna bodoh. Oman mengatakan, literasi orang-orang Arab pra-Islam sangat kuat. Tradisi lisannya begitu bagus sehingga lahir penyair-penyair legendaris. Dia menambahkan, sebutan jahiliah lebih ditujukan kepada perilaku atau kehidupan sehari-hari orang-orang pada masa itu.

Tidak kurang dari 150 atraksi kebudayaan disajikan dalam Festival Souk Okaz. Pemerintah Arab Saudi berharap bisa menciptakan 12 ribu kesempatan kerja. Dalam sebulan penuh penyelenggaraan, target pengunjung mencapai 2 juta orang. Dari situ, bisa diperoleh pendapatan total sampai 9 miliar riyal atau setara Rp 34 miliar. (*/c11/ayi/JPG/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks