alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Para Orang Tua yang Membantu Anak Menapaki Jalan Sukses di Festival Akuatik Indonesia

Kasih orang tua sepanjang masa. Termasuk di arena lomba. Itu pula yang tampak dalam Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2019 di Jakarta pada 25 hingga 28 April lalu. Semangat orang tua ternyata sejalan dengan prestasi sang anak.

RAGIL PUTRI-TYASEFANIA FEBRIANI, Jakarta

=====================================

TAUFIK Apriyanto tidak duduk di bangku penonton saat putrinya, Adinda Larasati Dewi, bertanding. Berada di pinggir kolam renang Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, pria 44 tahun itu terus berteriak-teriak memberi semangat Adinda.

Menurut Taufik, hanya itu yang bisa dilakukannya selain mendoakan. ”Saya paham kalau dia (Adinda) enggak bisa mendengar suara saya karena dia di dalam air. Tapi, dia bisa merasakan kehadiran orang tuanya,” kata Taufik.

Tidak sendiri, Taufik memboyong keluarganya. Istri dan kakak Adinda, M. Dimas Permana, dia ajak serta. Taufik ingin seluruh anggota keluarganya menyuntikkan semangat atas perjuangan Adinda.

Taufik mengaku selama ini selalu mengikuti putrinya setiap terjun di kompetisi renang. Setiap ada kesempatan, asal masih di dalam negeri, mereka akan datang. Bahkan, pada Asian School Swimming Championship 2016 di Palembang, sekeluarga juga hadir.

Hasilnya tidak mengecewakan. Dalam FAI 2019 itu, Adinda terpilih sebagai perenang putri senior terbaik. Dia memborong tujuh emas dan satu perak. Bukan hanya itu, Adinda juga memecahkan dua rekor nasional (rekornas). Yakni pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 1 menit 00,55 detik dan nomor 200 meter gaya kupu-kupu (2 menit 12,84 detik). Sebenarnya hampir tiga rekornas yang dia pecahkan. Hanya, pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu, catatan waktunya sama persis, yaitu 27,85 detik.

Demi putrinya, Taufik rela meninggalkan pekerjaannya di salah satu perusahaan BUMN di Sidoarjo pada 2011. Hal itu dia lakukan agar bisa 100 persen mengawasi putrinya. Apalagi, Adinda merupakan satu-satunya anak perempuan di antara tiga bersaudara.

Setiap hari Taufik mengantar Adinda mengikuti latihan di kolam renang KONI Surabaya, Kertajaya. Menurut Taufik, hal itu akan terus dia lakukan hingga putrinya sudah memiliki pendamping yang bisa menjaganya. ”Kalau dia (Adinda) berangkat sendiri kan risiko. Nanti malah belok-belok enggak ke latihan. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab sebagai orang tua,” tutur pria asal Sidoarjo tersebut.

Tutik Kirana, ibu Adinda, juga begitu. Datang dan menyaksikan laga sang anak sekaligus bisa memberikan evaluasi. Dengan begitu, kedua orang tuanya tahu apa yang kurang dan perlu ditambahkan Adinda dalam event berikutnya. ”Misalnya, gerakannya ada yang kurang. Artinya, selain latihan, asupan nutrisinya harus diperbaiki. Gunanya orang tua memantau ya seperti itu,” tuturnya.

Tutik juga memberikan pengertian kepada putrinya untuk fokus pada karir sebagai perenang. Sebab, saat ini Adinda sedang berada dalam masa-masa keemasan. ”Ada masanya untuk bisa menikmati hasil kerja keras. Sekarang lagi bagus. Kalau melenceng sedikit, menyesalnya bisa sampai tua,” imbuhnya.

Bagi Taufik dan Tutik, jika ingin maksimal dalam suatu bidang, menjalaninya harus penuh totalitas. Bukan setengah-setengah. Karena itu, mereka tidak terlalu mempermasalahkan ketika sang anak memilih fokus di dunia yang berhasil membesarkan namanya kini.

”Sebab, pola pemikiran kami sebagai orang tua sama, yaitu kalau ingin bagus harus fokus. Kalau ingin fokus pendidikan, ya enggak usah olahraga. Kalau setengah-setengah, jadinya enggak bakal dapat apa-apa,” ujar sang ibu.

Adinda sendiri mengaku tidak berkeberatan dengan hal itu. Justru dia merasa ada yang kurang jika jauh dari keluarga. Misalnya saat pelatnas Asian Games 2018. Dia waktu itu harus mengikuti latihan di Jakarta dan Bali. Adinda mengaku lebih nyaman apabila ada keluarga yang mendampingi. Sebab, hal tersebut akan berpengaruh pada hasil yang dicapai. ”Jadi lebih fokus,” kata gadis 19 tahun itu.

Kendati demikian, perjalanan mengantar Adinda hingga berprestasi tak lantas mulus-mulus saja. Selalu ada tantangan yang menghadang. Khususnya pada 2011 ketika Adinda akan mengikuti salah satu kejuaraan nasional dan meminta baju renang baru seharga Rp 3 juta. Taufik dan Tutik dibuat pusing bukan kepalang. Dia mengaku sampai berutang. Untung, Adinda bisa meraih juara dan memecahkan rekor. ”Jangan sampai anak kecewa. Sebab, baju itu bisa memotivasi untuk berprestasi,” tuturnya.

Hal yang sama dilakukan Anugrah Puji Sulaksono, 62. Bedanya, Puji sekarang sudah pensiun dari pekerjaannya sebagai PNS di Kota Surabaya pada 2012. Dia merupakan ayah perenang muda Indonesia Agung Sulaksono Putro. Dalam FAI 2019, Agung menjadi perenang terbaik putra grup 2. Total dia meraih lima emas dan dua perak.

Puji juga selalu setia mengantar putranya berlatih. Dia juga selalu hadir dalam setiap kejuaraan yang diikuti Agung. ”Jangan. Belum cukup umur buat naik motor sendiri. Makanya, saya antar latihan setiap hari,” kata Puji.

”Ini bentuk support, bukan? Juga sering diskusi dengan pelatihnya tentang performa dia. Apa yang kurang, nanti orang tua bisa mendukung agar lebih baik,” imbuhnya.

Di luar sana mungkin masih banyak orang tua lain yang turut menuntun kesuksesan putra-putrinya. Doa dan perjuangan mereka menjadi semangat berlimpah bagi anak-anak di medan perlombaan. (*/c9/git/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks