alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Mengunjungi Bunut Ngengkang, Pemandian Alam di Narmada yang Viral

Pemandian alam Bunut Ngengkang mulai jadi trending topik. Pemandian alam ini mendadak hits di kalangan masyarakat yang butuh ketenangan dan kesegaran berlibur di tengah rerimbunan pohon yang ada di hutan.

——————————————

Anda stres? Banyak masalah dan beban pikiran? Mungkin anda perlu piknik. Berbaur dengan alam menyegarkan kembali pikiran yang sudah terlalu banyak terporsir setiap hari.

Tak ada salahnya juga sesekali mengajak keluarga, teman atau kerabat jalan-jalan mentadaburi alam. Agar anda bisa tahu bagaimana kuasanya Sang Pencipta menghamparkan alam dengan segala keindahan di dalamnya.

Namun jika anda bingung mau kemana, Pemandian Alam Bunut Ngengkang menjadi salah satu pilihan yang pas. Ini adalah tempat berlibur tepat di akhir pekan. Pemandian yang ada di Desa Buwun Sejati ini merupakan salah satu pemandian yang kini viral di kalangan masyarakat. Tidak hanya di Lombok Barat, tetapi di Kota Mataram bahkan luar daerah.

“Kalau hari Sabtu Minggu kebanyakan warga Kota Mataram bahkan Lombok Tengah yang datang ke sini. Ada juga bahkan pengunjung dari Jakarta yang datang bersama keluarganya,” tutur Supardi pengelola Bunut Ngengkang.

Pria yang karib di sama Amaq Agus (merujuk nama putra sulungnya) ini mengaku sebenarnya pemandian alam Bunut Ngengkang sudah mulai dibangun sekitar dua tahun silam. Namun belakangan pemandian ini viral semenjak mulai ditata lebih rapi dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar.

Berawal dari keinginan warga untuk membangun masjid di kampungnya. Mereka kebingungan untuk mengumpulkan amal saat awal tahun 2020 lalu. Akibat panen buah musimam seperti durian, rambutan maupun manggis bisa dikatakan gagal panen. Akibatnya penghasilan warga terasa sulit.

Baca Juga :  Mengenal Afa, Madu Hutan Lombok Berkelas dari Sekotong

“Pas sudah saat mulai musim pandemi korona. Duren dan buah lainnya nggak ada yang jadi (berbuah),” tuturnya.

Akibatnya warga bingung mencari biaya untuk tambahan pembangunan masjid. Dengan kondisi ini, terpikirlah oleh warga memanfaatkan sungai yang mengalir di Bunut Ngengkang. Air sungai yang jernih berasal dari Hutan Sesaot ini dibuat oleh warga jadi kolam pemandian alam.

“Awalnya buatnya pakai pelepah pisang dan karung berisi pasir untuk membendung air sungai agar seperti kolam,” tutur Amaq Agus.

Meski dengan penataan seadanya, tak disangka ternyata banyak juga pengunjung yang datang. Akhirnya hingga beberapa bulan terakhir pemasukan bisa membuat warga menatanya menjadi lebih terlihat cantik. Warga benambahkan perlengkapan seperti ayunan dan berugak di tengah sungai. Namun tetap mempertahankan nuansa alam yang indah dan asri.

Bebatuan menjadi dasar sungai dengan airnya yang terasa dingin dan menyegarkan. Udara sejuk kaya oksigen dari pepohonan di hutan semakin membuat pikiran tenang dan segar. Membuat semua beban yang menumpuk di kepala terasa ringan. Meski berada di kedalaman hutan Desa Buwun Sejati, akses jalan masuk ke pemandian Bunut Ngengkang cukup bagus. Kendaraan motor dan mobil bisa masuk sampai parkiran pemandian.

Biaya masuk ke kolam ini pun cukup dengan membayar biaya parkir. Yang menariknya, hasil pengelolaan atau pemasukan dari kolam ini tidak semata-mata bertujuan untuk komersil. “Kalau ada pemasukan tujuan kami hanya untuk biaya pembangunan masjid,” tutur Nuralam, warga lainnya.

Baca Juga :  Mengenal Andre Sugianto, Sosok Pejuang Pendidikan tanpa Pamrih

Ini pula yang menyebabkan warga tidak mengenakan biaya tiket masuk di kolam pemandian ini. Cukup biaya parkir Rp 2 ribu untuk kendaraan motor dan Rp 10 ribu bagi parkir. “Tapi itu pun berapa saja yang dikasih, tidak wajib. Karena sifatnya ini kan warga liburan sambil beramal untuk masjid,” timpal Andi, warga lainnya.

Justru, dengan tidak dikenakannya tarif atau tiket masuk, banyak warga yang dengan senang hati beramal untuk pembangunan masjid warga di Bunut Ngengkang. Istri Kapolda Irjen Pol Moh Iqbal diketahui pernah datang ke pemandian ini untuk berlibur. Setelah mengetahui pemandian ini dikelola swadaya oleh masyarakat untuk pembangunan masjid, ia pun menyumbang Rp 2,5 juta.

“Kami persilahkan siapapun datang mandi di kolam ini. Kalau ada dikasih, Alhamdulillah. Nggak ada pun nggak apa-apa. Bisa masuk gratis, hitung-hitung bantu warga lain yang ingin mengajak keluarganya berlibur,” ungkap para pengelola tersenyum.

Meski demikian, harapannya ke depan kolam pemandian alam Bunut Ngengkang ini bisa menghadirkan lapangan kerja bagi pemuda setempat. Salah satu caranya adalah dengan melengkapi pemandian alam ini dengan wisata buah. “Kami akan tata lagi. Nanti di sekitar pemandian kami siapkan bagi warga yang mau ambil durian sendiri di kebun bisa langsung sambil makan di dekat kolam,” lanjut warga. (hamdani wathoni/r3)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/