alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Kisah H Mahmud, Warga Mataram Pencipta Aplikasi Docar Jaman Now (1)

Startup transportasi daring (online) tak cuma punya Nadiem Makarim. Mataram juga punya aplikasi serupa. Yang dibuat putra asli daerah asal Lombok. Namanya Docar Jaman Now. Berikut ceritanya.

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

********************************

Sekilas nama Docar terlihat diambil dari bahasa Inggris. Gabungan dari kata Do dan Car. Tapi coba saja untuk melafalkannya. Yang terbaca pasti dokar. Kata yang menjadi nama dari aplikasi daring milik H Mahmud.

Nama itu tidak muncul tiba-tiba. Menemukannya bahkan membutuhkan waktu hingga tiga minggu lamanya. Kata Mahmud, ia sebelumnya memikirkan kata cidomo. Alat transportasi tradisional asal Lombok yang ditarik menggunakan kuda.

Tapi kata Cidomo urung digunakan. Mahmud beralasan sudah ada travel yang memakai nama tersebut. ”Pernah mau pakai kata Buraq. Tapi dengarnya kok kayak ketinggian gitu,” ujar Mahmud terkekeh.

Mahmud kemudian teringat satu kata. Yakni Dokar. Kereta beroda yang ditarik kuda. Inspirasi ini datang dari kakeknya, yang dulunya merupakan pengusaha dokar. Dari sana, terciptalah docar. Yang jika dibaca menjadi dokar.

”Kalau dulu kan kendaraannya pakai dokar. Sekarang juga docar, tapi berbeda zamannya. Dulu pakai kuda, sekarang pakai mesin,” kata Mahmud.

Secara tidak langsung, Mahmud melanjutkan usaha kakeknya. Sama-sama menjadi pengusaha transportasi. Hanya saja, ia melakukannya dengan cara modern. Melalui startup. Aplikasi berbasis daring dan diberi nama Docar Jaman Now.

Kemunculan Docar dimulai Januari 2019. Mahmud yang tinggal di wilayah Pagutan melihat banyak jamaah tarekatnya yang menganggur. Gempa benar-benar membuat mata pencaharian mereka tiba-tiba menghilang.

”Kebanyakan (bekerja) dari pariwisata. Tapi pas 2019 itu kan benar-benar lumpuh. Toko juga begitu,” tuturnya. Yang mengganggur lebih dari 200 orang. Itu hanya dari wilayah Pagutan saja.

Saat itu ada keinginan untuk masuk ke sejumlah ojek daring. Apalagi mereka yang menganggur memiliki sumber daya, seperti mobil dan motor. Sayang, dua pemain besar ojek daring di Indonesia menolak mereka. Alasannya kuota driver dan rider di Kota Mataram sudah penuh.

Penolakan itu rupanya ditangkap Mahmud dengan baik. Pria lulusan STMIK (kini Universitas Bumigora) kemudian berinisiatif membuat aplikasi sendiri. Startup yang bisa memfasilitasi warga di sekitarnya. Terutama bagi mereka yang mengganggur.

Docar disiapkan selama empat  bulan. Dari Januari sampai April 2019. Startup ini digarap Mahmud seorang diri. Tidak terlalu sulit, kata Mahmud saat ditanya kendalanya. Bahasa sistem sekarang, lanjutnya, tidak seperti dulu. Rumit dan hanya bisa dikerjakan orang-orang dengan background pendidikan komputer atau informatika.

”Mei itu sudah rilis di playstore. Tapi waktu itu akunnya masih numpang di perusahaan lain. Saya belum punya akun sendiri di playstore,” jelasnya.

Aplikasi docar generasi pertama ini berjalan dengan mulus. Setelah rilis, sudah ada lebih dari 1.000 pengunduh.

Namun masalah muncul di September 2019. Ketika itu, Mahmud hendak memperbarui aplikasi Docar dengan sejumlah fitur. Rupanya itu tak bisa dilakukan. Perusahaan pengembangnya tiba-tiba menghilang.

”Awalnya sulit kan. Tapi Alhamdulillah, karena menghilang. Saya bisa buat sendiri, pakai nama pengembang sendiri, docar jaman now itu,” kata Mahmud bersyukur.

Jangan bayangkan membuat startup mahal dan rumit. Mahmud jelas-jelas menepis anggapan itu. Docar jaman now hanya dibuat dengan biaya Rp 6,5 juta. Rinciannya, Rp 500 ribu untuk membeli akun; Rp 5 juta untuk biaya sewa server selama satu tahun; dan Rp 1 juta untuk operasional iklan di media sosial.

Jika menggunakan jasa orang lain, biayanya memang bisa membengkak hingga 10 kali lipat. Ini diketahui setelah Mahmud mengontak kawannya. Yang biasa membuat aplikasi serupa. Dia kemudian diminta menyediakan uang Rp 60 juta sampai Rp 100 juta.

”Karena saya garap sendiri, tidak sampai Rp 10 juta,” tuturnya.

Docar generasi kedua ini kemudian diluncurkan ulang, pada September 2019. Selama lima bulan, hingga Maret ini, sudah ada lebih dari 5.000 pengunduh.

Umur Docar memang masih sangat muda. Pengunduhnya juga masih sangat sedikit jika dibandingkan pemain lain di startup serupa. Mahmud sadar betul akan hal itu. Menjadi anak  baru di startup transportasi daring.

Meski masih minus, Mahmud berhasil mewujudkan niatnya. Memberi lebih dari 500 orang kesempatan bekerja. Merekalah rider dan driver yang menjadi mitra Docar. Setelah ini, fokus Mahmud membesarkan Docar. Termasuk ekspansi ke daerah lain.

”Ada yang menawarkan ke Serang, Banten. Tapi saya belum ke sana, terbentur pendanaan. Kita besarkan dulu di sini, baru ke luar,” tandas Mahmud mantap. (bersambung/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks