alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kekecewaan Mereka karena Audisi Djarum Beasiswa Harus Berhenti Tahun Depan

Bakal berhentinya audisi tak cuma berarti hilangnya kesempatan banyak bakat muda berkompetisi. Tapi, juga tidak adanya lagi ajang penyulut motivasi. 

RAGIL PUTRI IRMALIA, Purwokerto

=============================

AKMAL Zidan Pamuji tahu, tak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan. Dia harus habis-habisan di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis tahun ini. Itu kalau dia mau merebut slot untuk jadi atlet PB Djarum, raihan yang hampir berhasil dia gapai tahun lalu.

”Mudah-mudahan bisa lolos. Soalnya tahun depan kan sudah nggak ada lagi (audisinya),” kata bocah 12 tahun itu kepada Jawa Pos yang menemuinya di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kemarin (9/9).

Farida Asriani, sang bunda, menambahkan bagaimana si buah hati kecewa mendengar keputusan penghentian tersebut. Kekecewaan yang tentu juga dirasakannya. ”Kalau ada audisi, latihannya lebih giat lagi. Karena ada tujuan yang ingin dicapai,” katanya.

Djarum Foundation (Yayasan Djarum) memilih menghentikan audisi mulai tahun depan. Keputusan itu diambil buntut dari tudingan eksploitasi anak yang dilontarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tudingan yang telah ditepis Djarum Foundation, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Juga, banyak pihak lain.

Lewat audisi yang berlangsung sejak 2006 itu, banyak bakat yang bisa ditemukan. Salah satunya Kevin Sanjaya Sukamuljo. Duetnya bersama Marcus Fernaldi Gideon merupakan ganda pria nomor satu dunia saat ini.

Tahun ini audisi dihelat di lima kota. Yakni, Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo, dan Kudus. Dan, diikuti total 1.607 peserta yang dibagi ke dalam tiga kategori: U-11, U-13, dan U-15 putra dan putri.

Suara kekecewaan seperti yang dilontarkan Zidan dan sang bunda juga didapati koran ini dalam percakapan dengan sejumlah peserta dan orang tua mereka kemarin di GOR Satria. Nasim, kakek Affizah Rahmadani, peserta di kategori U-11, misalnya, menceritakan bagaimana tak sedikit klub sebenarnya sudah menawari sang cucu bergabung.

Tapi, Affizah pagah memilih mengikuti audisi agar bisa masuk PB Djarum, klub bulu tangkis yang telah melahirkan begitu banyak legenda.

”Pas 2017 lalu, dia tiga kali main, lalu kalah. Tahun 2018 nggak lolos skrining, lalu sekarang ikut lagi,” katanya.

Karena itu, kakek 59 tahun asal Purbalingga, Jawa Tengah, tersebut bisa membayangkan betapa kecewanya sang cucu jika tahun ini tak lolos. Sebab, tahun depan tak ada lagi audisi. Pihak Djarum Foundation belum memastikan sampai berapa lama penghentian itu.

Padahal, pengorbanan sang cucu begitu besar untuk bisa mewujudkan mimpi besarnya tersebut. Tiap sore Nasim memboncengkan cucunya itu dengan motor, menempuh jarak sekitar 27 kilometer, untuk berlatih ke PB Jupiter di Banjarnegara. Itu agar Affizah bisa mendapatkan latihan terbaik.

”Latihan setiap hari jam 3 sore, pulang sampai jam 9 malam. Kadang pas boncengan motor, dia (Affizah) selalu saya ikat biar tidak jatuh karena ngantuk,” kata Nasim.

Audisi yang dihelat di Purwokerto juga sangat membantu Nasim dan Affizah. Sebab, lokasinya tak begitu jauh untuk dijangkau dari Purbalingga.

”Jika harus ke Kudus (markas PB Djarum), butuh biaya yang besar. Kalau tidak ada audisi lagi tahun depan, ya terpaksa ikut turnamen-turnamen yang dekat-dekat sini saja,” kata Nasim.

Di sekeliling GOR Satria kemarin, tidak tampak embel-embel nama Djarum. Apalagi merek rokok. Yang terlihat menonjol hanya brand makanan, minuman, dan toko online.

Di GOR Satria itu pula, Heru Salim, ayahanda Tina Syifa Sabila, peserta kategori U-11 putri, mengaku sudah berbagi keresahan dengan orang tua peserta yang lain. Apalagi, sang putri baru tahun ini berpartisipasi.

”Enaknya jemput bola kan seperti ini. Bisa terjangkau oleh kami,” kata Heru yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah, yang berjarak sekitar 88 kilometer dari Purwokerto.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin memang sudah mengatakan, meski audisi dihentikan tahun depan, pihaknya akan terus menjalankan pembinaan bulu tangkis. Hanya, caranya yang mungkin kembali ke pola lama: memantau turnamen-turnamen berskala nasional. Atau berburu bakat ke berbagai klub.

Tapi, tetap saja audisi punya kelebihan tersendiri. Karena tempat penyelenggaraan tersebar di berbagai kota, jumlah peserta yang berpartisipasi lebih banyak. Otomatis lebih banyak Kevin Sanjaya Sukamuljo lain yang akan terpantau.

Selain itu, seperti diakui Farida, audisi membuat motivasi anak-anak peserta lebih tersulut. ”Dampak positifnya bisa luas ya,” katanya.

Zidan, sang anak, pun kini berusaha keras melupakan kekecewaan karena audisi tak lagi dihelat tahun depan. ”Tahun depan belum tahu mau ngapain. Yang ini dulu, fokus biar bisa menang besok (hari ini),” katanya. (*/c10/ttg/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks