alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Kisah H Mahmud, Warga Mataram Pencipta Aplikasi Docar Jaman Now (2)

Docar Jaman Now boleh saja diciptakan putra daerah. Tapi jangan ragukan fitur di aplikasi transportasi daring ini. Sebagai aplikasi Docar diciptakan dengan prinsip all in one. Yang hebatnya, beberapa fitur  dari Docar pernah diikuti aplikasi serupa.  

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

********************************

”Saya buktikan kalau putra daerah mampu,” kata H Mahmud mengenai aplikasi Docar Jaman Now yang ia ciptakan.

Meski baru rilis September lalu, sudah lebih dari 5.000 pengunduh aplikasi Docar Jaman Now. Artinya, rata-rata 1.000 orang setiap bulannya. Jumlah ini tak bisa dibilang sedikit. Apalagi untuk ukuran aplikasi baru.

Mahmud lantas menunjukkan seperti apa aplikasi Docar. Ia mengambil ponselnya dan memencet aplikasi berlambang kereta roda dua yang ditarik motor. Tampilan layar ponsel langsung berubah. Menunjukkan wajah Docar yang berwarna hijau tosca.

Fitur di aplikasi Docar beragam. Ada Docar Go, Do-Food untuk pemesanan makanan, Do-Mart, hingga fitur emergency yang menghubungkan ke sejumlah nomor kontak polres dan polsek se-Pulau Lombok dan juga rumah sakit.

Baca Juga :  Para Orang Tua yang Membantu Anak Menapaki Jalan Sukses di Festival Akuatik Indonesia

Yang menarik, Mahmud menambahkan fitur dengan unsur religiusnya. Seperti jadwal salat dan Alquran online. Ini selaras dengan jargon pulau Lombok yang mendapat julukan pulau seribu masjidnya.

Kata Mahmud, aplikasi sekarang memang terus dikembangkan. Apalagi umurnya baru memasuki enam bulan. Tapi jangan sekali-sekali untuk meremehkan fitur di dalamnya. Beberapa fitur, seperti sistem penerima orderan hingga pengantaran, bahkan diikuti aplikasi tetangga.

”Saya kaget juga. Ternyata sistem kita justru diikuti,” tuturnya.

Sebagai aplikasi baru Mahmud sadar akan sulit untuk bersaing dengan pemain lama. Apalagi jika tidak ada keunggulan yang ditawarkan untuk masyarakat. Ia mengibaratkan, tidak mungkin berkompetisi dengan pemain besar, kalau tidak memiliki kelebihan.

Apalagi jika yang ditawarkan serupa dengan aplikasi lama. Tentu konsumen akan memiliki aplikasi yang lebih dulu muncul.

”Makanya, kita punya beberapa USP, unit selling point. Artinya kita yang termurah. Kalau tidak begitu, masyarakat tidak akan melirik,” jelas Mahmud.

Baca Juga :  Difa Bike, Layanan Transportasi Difabel untuk Difabel

Ekspansi Docar Jaman Now bukan saja soal ongkos yang lebih murah. Lewat Docar, Mahmud mencoba merangkul komunitas driver yang ada di destinasi wisata seperti Senggigi, Lombok Barat dan di bandara, Lombok Tengah.

Selama ini, kerap terjadi penolakan apabila ada transportasi online yang hendak mengambil penumpang di sana. Mahmud melihat alasan penolakan tersebut lebih kepada harga yang ditawarkan terlalu rendah.

Melalui Docar, Mahmud ingin merangkul mereka. Katanya, dengan kondisi sekarang tentu sangat sulit apabila hanya mengandalkan wisatawan yang datang. Berbeda jika pendekatannya dilakukan melalui aplikasi transportasi daring.

Bagi Mahmud penolakan yang selama ini terjadi bukan menjadi kendala. Ia bahkan sudah mengajak komunikasi komunitas driver di sana. ”Alhamdulillah responsnya positif. Nanti mereka akan tentukan harga sendiri. Berbeda dengan tarif yang di dalam kota,” ujarnya.

Untuk mendukung pendekatan ini aplikasi Docar memasukkan fitur airport car. Fiturnya khusus untuk di dua wilayah tersebut. (bersambung/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/