alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Kisah H Mahmud, Warga Mataram Pencipta Aplikasi Docar Jaman Now (2)

Docar Jaman Now boleh saja diciptakan putra daerah. Tapi jangan ragukan fitur di aplikasi transportasi daring ini. Sebagai aplikasi Docar diciptakan dengan prinsip all in one. Yang hebatnya, beberapa fitur  dari Docar pernah diikuti aplikasi serupa.  

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

********************************

”Saya buktikan kalau putra daerah mampu,” kata H Mahmud mengenai aplikasi Docar Jaman Now yang ia ciptakan.

Meski baru rilis September lalu, sudah lebih dari 5.000 pengunduh aplikasi Docar Jaman Now. Artinya, rata-rata 1.000 orang setiap bulannya. Jumlah ini tak bisa dibilang sedikit. Apalagi untuk ukuran aplikasi baru.

Mahmud lantas menunjukkan seperti apa aplikasi Docar. Ia mengambil ponselnya dan memencet aplikasi berlambang kereta roda dua yang ditarik motor. Tampilan layar ponsel langsung berubah. Menunjukkan wajah Docar yang berwarna hijau tosca.

Fitur di aplikasi Docar beragam. Ada Docar Go, Do-Food untuk pemesanan makanan, Do-Mart, hingga fitur emergency yang menghubungkan ke sejumlah nomor kontak polres dan polsek se-Pulau Lombok dan juga rumah sakit.

Yang menarik, Mahmud menambahkan fitur dengan unsur religiusnya. Seperti jadwal salat dan Alquran online. Ini selaras dengan jargon pulau Lombok yang mendapat julukan pulau seribu masjidnya.

Kata Mahmud, aplikasi sekarang memang terus dikembangkan. Apalagi umurnya baru memasuki enam bulan. Tapi jangan sekali-sekali untuk meremehkan fitur di dalamnya. Beberapa fitur, seperti sistem penerima orderan hingga pengantaran, bahkan diikuti aplikasi tetangga.

”Saya kaget juga. Ternyata sistem kita justru diikuti,” tuturnya.

Sebagai aplikasi baru Mahmud sadar akan sulit untuk bersaing dengan pemain lama. Apalagi jika tidak ada keunggulan yang ditawarkan untuk masyarakat. Ia mengibaratkan, tidak mungkin berkompetisi dengan pemain besar, kalau tidak memiliki kelebihan.

Apalagi jika yang ditawarkan serupa dengan aplikasi lama. Tentu konsumen akan memiliki aplikasi yang lebih dulu muncul.

”Makanya, kita punya beberapa USP, unit selling point. Artinya kita yang termurah. Kalau tidak begitu, masyarakat tidak akan melirik,” jelas Mahmud.

Ekspansi Docar Jaman Now bukan saja soal ongkos yang lebih murah. Lewat Docar, Mahmud mencoba merangkul komunitas driver yang ada di destinasi wisata seperti Senggigi, Lombok Barat dan di bandara, Lombok Tengah.

Selama ini, kerap terjadi penolakan apabila ada transportasi online yang hendak mengambil penumpang di sana. Mahmud melihat alasan penolakan tersebut lebih kepada harga yang ditawarkan terlalu rendah.

Melalui Docar, Mahmud ingin merangkul mereka. Katanya, dengan kondisi sekarang tentu sangat sulit apabila hanya mengandalkan wisatawan yang datang. Berbeda jika pendekatannya dilakukan melalui aplikasi transportasi daring.

Bagi Mahmud penolakan yang selama ini terjadi bukan menjadi kendala. Ia bahkan sudah mengajak komunikasi komunitas driver di sana. ”Alhamdulillah responsnya positif. Nanti mereka akan tentukan harga sendiri. Berbeda dengan tarif yang di dalam kota,” ujarnya.

Untuk mendukung pendekatan ini aplikasi Docar memasukkan fitur airport car. Fiturnya khusus untuk di dua wilayah tersebut. (bersambung/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks