alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Kisah H Mahmud, Warga Mataram Pencipta Aplikasi Docar Jaman Now (3-Habis)

Harus selalu ada yang baru. Prinsip ini benar-benar dijalankan startup transportasi daring Docar Jaman Now. Karena itu, mereka menambahkan fitur ojek muslimah. Menyasar konsumen dari kaum hawa.

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

********************************

Sebagai pebisnis, peluang sekecil apapun harus dimaksimalkan H Mahmud. Ini pula yang membuat Docar menambah fitur Ojek Muslimah. Fitur yang dikhususkan untuk para perempuan.

Kemunculan fitur itu berawal dari kegelisahan yang kerap Mahmud terima. Jamaah hingga relasinya yang perempuan, kerap risih. Apabila diantar jemput oleh driver ataupun rider yang laki-laki.

Ada perasaan tak nyaman. Juga kurang aman, kata Mahmud. Apalagi jika konsumennya perempuan seorang diri. ”Terutama yang pakai-pakai cadar itu. Rasanya memang agak risih kan kalau yang terima ordernya laki-laki,” kata Mahmud.

Berangkat dari sana, Docar berusaha mengambil segmen tersebut. Konsumen perempuan harus juga dilayani rider maupun driver yang juga perempuan. Dari sanalah tercipta ojek muslimah, yang menjadi bagian dari pelayanan Docar Go.

”Nanti yang jemput itu wajib muslimah,” tuturnya.

Pengguna perempuan, terutama yang muslimah, kata pria yang juga pengusaha mutiara ini, sangat banyak. Jumlahnya bahkan bisa dua kali lipat dari pengguna laki-laki. Sayangnya, dirver ataupun rider yang perempuan justru sangat sedikit. Tidak bisa mengimbangi permintaan yang ada.

Kondisi tersebut tak jarang membuat konsumen Docar yang muslimah harus menunggu lebih lama. Agar orderan mereka bisa diterima.

Sambil mengecek fitur ojek muslimah di Docar, Mahmud mengatakan, minat perempuan untuk menjadi ojek daring sangat minim. Kalau tak ingin dikatakan tidak ada.

Mahmud lantas mengambil contoh di ojek muslimah Docar. Pendaftar untuk rider dan drivernya, didominasi perempuan asal luar Lombok. Namun mereka sudah lama tinggal dan bekerja di Kota Mataram dan sekitarnya.

Adapun perempuan yang asli Lombok, enggan untuk mendaftar sebagai rider ataupun driver ojek daring. Padahal, peluang pendapatannya sangat besar. Dalam satu hari minimal bisa meraup pendapatan bersih Rp 50 ribu.

”Mungkin kebanyakan orang sini malu. Mungkin saja. Padahal pasarnya banyak, tapi drivernya yang susah,” ucapnya.

Sebagai anak baru di dunia startup transportasi daring, Docar memberi komisi yang cukup besar untuk mitranya. Untuk lima bulan pertama, pembagiannya 90 berbanding 10. 90 persen pendapatan untuk mitra dan sisanya diberikan kepada admin.

Setelah itu, perhitungannya menjadi 85 berbanding 15. Tentu bagian terbesar tetap menjadi milik mitra.

Lalu bagaimana dengan orderan makanan? Meski pemain baru, penetrasi Docar untuk menggandeng mitra food cukup serius. Mahmud menyebut ada lebih dari 300 restoran maupun rumah makan yang menjalin kerja sama dengan Docar.

”Kalau di food kita sama sekali belum mengambil keuntungan. Jadi harga yang ditawarkan, itu sama seperti harga asli makanannya,” jelas Mahmud.

Selama nyaris enam bulan berjalan, Docar belum mendapat keuntungan sebagai entitas sebuah perusahaan. Mahmud bahkan berusaha keras untuk mengcover gaji admin mereka dari kocek sendiri. Atau diambilkan dari keuntungan restoran yang ia miliki. Semacam subsidi silang, katanya.

Keuntungan bagi startup yang baru berdiri, tentu sulit diwujudkan. Yang ada, mereka kerap lebih sering membakar uang. Untuk menarik konsumennya. Inilah yang coba dilakukan Docar.

Dengan pola all in one, Mahmud memasukkan beragam fitur di dalam Docar. Mulai dari jadwal salat hingga mengakomodasi penjual online. Dengan cara seperti ini, diharapkan semakin banyak warga Lombok yang mengunduh Docar. Artinya, semakin banyak pengunduh, semakin besar peluang Docar menjadi nomor satu di kampung sendiri.

”Saya tetap yakin aplikasi ini bisa terus berkembang. Apalagi ini buatan asli daerah. Meskipun di awal kondisinya seperti ini,” kata Mahmud mantap. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Tekan Jumlah Pernikahan Dini, Rutgers Gandeng Pemkab Lobar

"Khusus di Lobar terdapat SK dari Dikbud Lobar untuk memperbanyak jumlah SMP dalam memberikan pembelajaran kesehatan reproduksi yang komprehensif melalui modul setara. Total SMP yang mengadaptasi modul setara meningkat dari 4 SMP menjadi 9 SMP. Ini menandakan respons baik pemkab dan memiliki tujuan sama untuk menekan pernikahan usia dini," terangnya.

Review Deliveree Indonesia: Pengalaman Sewa Truk Colt Diesel

Logistik merupakan hal yang sangat kompleks dan rumit. Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan dunia logistik pasti sudah tahu seberapa ribetnya memastikan barang atau kargo yang ingin dikirimkan tiba dengan selamat di lokasi tujuan.

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks