alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Mengenal Dewa Ayu Arianti, Atlet Tolak Peluru NTB di PON Papua

Geluti Sejak SMP, Tak Pernah Absen Raih Medali Emas

I Dewa Ayu Arianti, salah satu atlet tolak peluru yang akan dikirim ke PON Papua. Ia pun menerbangkan harapannya agar bisa membawa pulang medali emas untuk Bumi Gora.

 

PUJO NUGROHO, Mataram

 

Dayu, sapaan I Dewa Ayu Arianti, telah memastikan tiket PON Papua. Bungsu dari tujuh bersaudara ini lolos setelah membukukan tolakan sejauh 13,5 meter. Raihan ini sudah melampaui limit PON yang dipatok 12,6 meter.

Dayu mengisahkan, dirinya mulai mengenal tolak peluru saat masih duduk di bangku SMP. Saat itu ia menempuh pendidikan di SMPN 2 Lingsar. ”Waktu itu saya malah pengen daftar ekskul bulu tangkis. Tapi tidak jadi,” ujarnya pada Lombok Post.

Kemudian guru olahraganya saat itu I Komang Budagama yang kini menjadi pelatih atletik NTB mengajak dirinya mencoba tolak peluru. Dayu menurutinya dan dilatih oleh Komang sekitar satu tahun di SMPN 2 Lingsar. ”Latihannya hanya saat jam olahraga saja. Atau setiap Jumat,” katanya.

Selain itu, Dayu juga diajak berlatih bersama atlet-atlet pelajar tolak peluru yang saat itu ada di PPLP NTB. ”Di situlah saya ketemu sama Pak Gunaksi (pelatih tolak peluru NTB),” katanya.

Dia akhirnya bergabung dengan PPLP NTB. Dayu pertama kali turun di kejuaraan antar PPLP pada 2013 lalu di Semarang. Pertama kali turun di kejurnas, dirinya belum berhasil meraih medali.

Meskipun tidak mendapatkan medali, kejurnas itu sangat berkesan bagi Dayu. Karena itulah pertama kali dirinya bisa menginjakkan kaki ke Pulau Jawa. ”Itu juga pertama kali saya naik pesawat,” cetusnya sambil tertawa.

Setahun kemudian, di 2014 dirinya kembali turun di kejurnas atletik remaja dan junior. Saat itu, Dayu turun bersama dua atlet lainnya yakni Nanang Fahmi Muchtar dan Ni Putu Yogiswari. Mereka berhasil meraih medali emas. ”Saya turun di kategori remaja, Yogi dan Nanang di junior. Kami sama-sama dapat emas,” katanya.

Dayu juga mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jawa Barat, Kejurnas atletik antar PPLP di Manado dan Jakarta, SEA Youth Athletics Championship, PON Remaja dan Pomnas 2019 lalu. Dari seluruh kejuaraan tersebut, Dayu berhasil meraih medali emas.

Pada PON mendatang, Dayu akan mengeluarkan upaya maksimal agar bisa meraih medali emas. Meski saat ini di tolak peluru masih ada pesaing terberat yakni atlet asal Jabar Eki Febri Ekawati. ”Yang penting sekarang saya berlatih dan nanti berusaha maksimal mungkin. Harus berjuang dulu, hasilnya nanti seperti apa tidak masalah,” tegasnya. (*/r8)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks