alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Cerita Guru Honorer di Mataram yang Sukses Raup Rupiah sebagai Novelis (1)

Salmiah adalah satu dari sekian orang yang mengaku menangguk berkah saat pandemi Covid-19. Guru honorer ini mampu memaksimalkan waktu luangnya yang lebih banyak saat pandemi untuk menghasilkan karya. Kini, dia tinggal mencicipi manisnya cuan dari jerih payahnya itu.

————

Ibu dua anak ini mengungkapkan baru belajar menulis novel tepat saat pandemi Covid-19 merebak. Di Kota Mataram saat itu memang tidak bisa menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. Sebagian besar sekolah masih menerapkan belajar melalui jaringan (daring). Kondisi banyaknya waktu luang yang dimiliki dimanfaatkan Salmiah untuk menulis novel.

“Ide untuk menulis novel pun seperti mengalir begitu saja ketika itu,” kata perempuan berjilbab ini merendah.

Salmiah sangat bersyukur ternyata kemampuan menulis novel bisa didapatkan dirinya secara otodidak. Sebelumnya, dia sama sekali tidak pernah mengikuti pelatihan menulis novel atau sejenisnya.

Karya novel perdananya diberi judul “Cinta Dalam Diam”. Karya ini langsung mendapat respons positif dari para pembaca, baik yang membaca secara online maupun membeli bukunya langsung. Pundi-pundi rupiah pun berhasil digenggam.

Baca Juga :  Kisah Warga Lombok Menjalani Isolasi di Kapal Pesiar (1) : Dapat Pelayanan Bintang Lima

Novel ini menceritakan seorang laki-laki yang cukup lama memendam perasaan dan menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya ke pujaan hati. Dalam novel ini, ada dua orang laki-laki yang menyukai perempuan yang sama.

“Saya buat novel ini bukan karena melihat film. Ngalir saja menulis,” ucap dia.

Ia mulai membuat novel ini dari Juni hingga Desember. Pada Hari Guru di Desember 2021 lalu, dia melaunching bukunya yang dicetak penerbit nasional.

Dari novel ini Salmiah ketiban durian runtuh. Pundi-pundi rupiah dari pembaca yang membuka karya novelnya di aplikasi online atau langsung membeli buku mulai masuk. Novel ini ditayangkan di aplikasi KBM. Yakni aplikasi membaca dan menulis online yang didirikan Komunitas Bisa Menulis.

Salmiah tidak menyangka dari karya novel ini akan menghasilkan uang. Setiap awal bulan dia menerima uang yang masuk ke rekeningnya langsung. “Saya dapat cuan apabila ada orang yang buka gembok novel saya ini,” terang dia.

Selang beberapa bulan, dia kembali mengeluarkan sejumlah novel. Judulnya, Jodoh Tak Terduga,  Nona Cupu, dan Rindu Dalam Hati.

Baca Juga :  KISAH INSPIRATIF : Perjuangan Yance Tonapa, Pasien RSUD NTB yang Berhasil Sembuh dari Korona

Tentunya dengan banyaknya novel yang dihasilkannya akan menambah pendapatan Salmiah sebagai penulis. Novel yang menghasilkan rupiah tinggi akan kelihatan dari banyak orang yang membukanya. Salmiah kini tidak perlu repot memikirkan biaya cicilan rumahnya karena pendapatannya dari menulis sudah sangat mencukupi.

“Alhamdulillah novel Rindu Dalam Hati kini juga sudah dipinang penerbit,” ujarnya.

Agar karyanya bisa lebih diketahui masyarakat, Salmiah juga harus gencar melakukan promosi. Dia memanfaatkan media sosialnya. Novel yang ditelurkannya kerap dilempar ke grup literasi yang ada di Whatsapp dan grup-grup di media sosial lainnya.

“Nanti akan kelihatan kalau hasil karya kita itu disuka atau tidak,” cetusnya.

Menulis novel memang tidak dilakukan Salmiah setiap saat. Dia juga harus mengurus dua anaknya yang masih balita. Hobinya ini baru bisa dia salurkan di sela-sela waktu luang ketika anaknya tidur atau tidak ada aktivitas.(alirojai/r3)

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/