alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Perjuangan Tenaga Medis Mataram Melawan Korona (1) : Doa Orang Tua Jadi Pelindung Utama

Pandemi virus Korona membuat kerja dokter dan perawat menjadi sangat berat. Mereka rentan terpapar virus. Nyawa pun jadi taruhannya. Tapi risiko itu dianggap sebagai sebuah tantangan. Misi mulia pun dihadapi dengan bekal doa orang tua di rumah.

 

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

 

Menjadi tenaga medis sekarang dengan dua bulan lalu, sangat jauh berbeda. Tak mudah. Melelahkan secara fisik hingga psikis. Harus serba hati-hati. Sedikit saja tidak menjalankan prosedur penanganan Covid-19, sama saja memberi karpet merah bagi virus Korona.

Pentingnya mematuhi SOP dalam menangani pasien di kondisi pandemi disadari dr. Baiq Prita Riantiani Wardi. Kata Prita, penting bagi tenaga medis untuk memproteksi diri dengan maksimal. Apalagi profesi mereka sangat rentan terpapar.

Di RS tempat Prita bekerja, manajemen sudah membekali dia dan seluruh tenaga medis di sana. Difasilitasi untuk melindungi diri. Misalnya, disediakan pakaian kerja dan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

”Disediakan APD lengkap. Secara psikologis ini juga memberi kami ketenangan ketika bekerja,” kata dokter berusia 28 tahun ini.

Pandemi Korona menjadi pengalaman baru bagi Prita. Meski ini bukan kasus penyakit menular pertama yang pernah ia hadapi. Dulu di awal-awal dirinya menjadi dokter, Prita juga pernah memeriksa pasien TBC.

Penyakit itu tak kalah dahsyatnya dengan virus Korona saat ini. Pemeriksaan pun harus dilakukan di ruang isolasi khusus TBC.

Meski sebagai dokter. Paham seluk beluk kesehatan dan penyakit. Bukan berarti tak ada rasa khawatir selama bertugas. Apalagi yang dihadapinya ini adalah penyakit baru. Yang pandeminya bahkan belum genap enam bulan.

Hanya saja, Prita yakin, dengan bekal APD lengkap. Apalagi sebelum dia keluar dari pintu rumahnya menuju rumah sakit, alumnus Unizar ini selalu memantapkan niatnya. Untuk membantu sesama.

”Insya Allah aman dan dimudahkan. Ini juga sudah tugas, tanggung jawab, tidak perlu ada rasa khawatir setelah itu,” imbuh perempuan berhijab ini.

Pekerjaan yang penuh risiko dijalani Prita dengan mantap. APD lengkap boleh saja melindunginya secara fisik. Tapi ada yang lebih dari itu. Perlindungan secara spiritual. Apalagi kalau bukan dari doa yang dipanjatkan orang tua dan suami Prita setiap saat.

”Keluarga selalu mendoakan untuk tetap semua. Alhamdulillah semua mendukung dan tetap mengingatkan untuk selalu hati-hati,” katanya.

Setiap tenaga kesehatan harus tetap semangat. Setidaknya itulah yang dipegang erat dr. Honesti Trijuniarni. Perempuan yang karib disapa Honest ini bahkan mengaku sangat antusias dengan pandemi virus Korona. Tentu dalam arti yang positif.

Kata Honest, pandemi Korona menjadi salah satu momen yang jarang ditemukan. Tentu ada banyak pengalaman baru untuk tenaga kesehatan. Mereka bisa belajar banyak untuk menghadapi situasi serupa di masa depan.

”Terlepas dari kondisi yang belum kondusif, tapi ini pengalaman yang menyenangkan. Bakal banyak pelajaran yang bisa kita petik,” kata Honest.

Situasi sekarang tak pernah dibayangkan Honest. Ketika dia pertama kali memutuskan untuk menjadi dokter. Namun, dia pernah mendengar banyak cerita. Mengenai

Sebelum datang pandemi Korona, Honest pernah mendengar banyak cerita. Mengenai wabah yang merenggut banyak nyawa manusia. Juga tenaga kesehatan yang tumbang akibat wabah penyakit.

Korona tentu berbeda dengan wabah yang terjadi sebelumnya. Honest mengatakan, tenaga kesehatan tahu betul seperti apa musuh yang dihadapi sekarang. Tidak kasat mata namun memiliki kemampuan menularkan penyakit sangat tinggi.

”Memang tetap antusias, tapi tidak bisa menghilangkan rasa khawatir. Cuma antusiasme ini sebagai tambahan motivasi untuk berjuang sampai pandemi ini selesai,” tandas Honest. (bersambung/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks